Lelaki Pilihan Surga
“Aku takut Cit, aku akan fokus pada dunia, sehingga aku lalai mempersiapkan akhirat. Saat ini, aku hanya ingin membangun rumah terbaik di surga firdaus, untuk ibu. Karena aku hanya mampu itu. Aku hanya bisa berbisnis dengan Allah melalui sedekah, sedikit demi sedikit. Aku tidak mampu berbisnis dengan lembaga perbankan dan developer perumahan.”
“Jadi setiap tahun, kamu akan terus berpindah-pindah, saat kontrakan kamu habis?”
“Jika menurut Allah, itu yang terbaik. Dan membuat aku layak mendapat jatah kavling rumah di surga, no problem!”
Aara menjawab dengan senyuman lebarnya.
“Aara, aku merasa tersinggung kamu tersenyum seperti itu!”
Bab Populer