Pesan Kotor Di Laptop Anakku
“Papa yang nyuruh. Dia marah besar. Aku udah mati-matian membela diri, tapi dia tetap dengan pendiriannya. Aku sekali lagi ingin minta maaf karena aku nggak bisa jadi cowok yang baik buat kamu, Bee.”
Aku menelan liur. Rasanya pahit sekali. Jo, ucapanmu malah membuatku begitu malu luar biasa. Tak bisa menjadi cowok yang baik, katamu? Lantas, aku ini apa, Jo? Aku yang pengkhianat. Aku yang jelas-jelas kurang ajar dan tidak tahu diuntung. Kebaikanmu yang seluas samudera, masih saja membuatku berpaling dan berpaling. Bahkan, di saat begini pun, masih sempat-sempatnya aku berbunga-bunga ketika Mas Doni datang dengan segudang perhatiannya yang tak biasa.
“Aku yang salah, Boo. Wajar papamu begitu,”