Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim

Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim

*** [“Lihat nih! Kakak udah bisa main baseball juga loh!” Dengan penuh percaya diri Bara kini mengayunkan kedua tangannya begitu cepat. Seolah fraktur klavikula yang pernah dialaminya tidak pernah ada. Kamera ponsel Rena terisi penuh dengan tubuh tegap sang tunangan yang tersenyum penuh di sana. “Iya iya. Aku percaya kok,” gumam Rena kemudian. Bara berdecak kesal karena keinginannya masih belum terpenuhi. Rena yang melihat wajah tersebut hanya mengulas senyum.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as my bar
Read
+Library
Bukan Suami Sempurna

Bukan Suami Sempurna

pamitnya dengan wajah yang merona. Setelah pintu ruangannya ditutup, Bara terdiam sebentar. Ia langsung beranjak dari kursinya dan pergi ke toilet yang berada di dalam ruang kerjanya, ia langsung membasahi wajah dan bibirnya dengan air yang mengalir. “Sialan! Siapa kamu yang bisa menyentuhku tanpa izin!” geram Bara menahan amarah. ***
104.4K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as my bar
Read
+Library
Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

“Yap, kamu tahu kan mencari rumah kamu itu cukup sulit, bensin motor saya tersedot sampai 2 liter banyaknya. Seharusnya kamu mengerti itu. Kalau saya tahu kamu begini , lebih baik dompet itu saya lempar ke sungai.“ Pria di seberang sana semakin menyebalkan dan membuat aku kesal. “Oke-oke, Tuan preman kamu mau berapa duit untuk menggantikan bensin 2 liter dan uang lelah kamu? Dua ratus ribu? Tiga ratus? Lima ratus? Sini nomor rekening kamu biar aku transfer, “ ucapku dengan nada tinggi karena kesal. “Nama saya Barra, bukan Tuan preman, oke. “ “Terserah lah..! “ “Tapi saya nggak punya nomor rekening Mbak! “ jawab nya lagi beralasan.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as my bar
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

BAB 2 What is Life? “Nanda dan Fatih tadi kesini Nin. Mereka boleh mampir sore ini?” Aku mengangguk mendengar pertanyaan Mas Andy. Ah, dua dari sebagian orang yang ingin kembali, lagi. Diujung meja makan, kini dihiasi oleh keberadaan sosok yang sebelumnya tidak ada. Diam, menunggu dengan pasti untuk melihatku bereaksi.
574 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as my bar
Read
+Library
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Lalu sebuah suara berat namun menenangkan, yang terasa akrab sekaligus asing, memecah keheningan. “Akhirnya kau menunjukkan tanda-tanda, Nak.” Sagara mengerang pelan, tenggorokannya kering dan perih. Ia mencoba menggerakkan jari-jarinya, sensasi kesemutan menjalar, namun kekuatannya tak lebih dari sehelai benang rapuh. Ingatan-ingatan mulai menerobos masuk, bagaikan fragmen kaca pecah yang berhamburan dalam benaknya.
10983 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as my bar
Read
+Library
My Barbie

My Barbie

Geo kebetulan sedang ada di kediaman yang dia berikan untuk Barbie, pria itu menggenggam gelas anggur sambil membungkuk di belakang sofa di mana Barbie duduk dengan perasaan kesal. “Kenapa? Kamu terlihat sangat tidak nyaman saat ini.” “Mike membawa wanita lain, aku sangat kesal sekali!” Geo mencium puncak kepala Barbie lalu kembali menegakkan punggungnya untuk meneguk wine di gelas dalam genggaman tangannya. Kedua matanya terlihat antusias menatap sosok Barbie lain di layar kaca, Geo mengukir senyum pada bibirnya tatkala menyaksikan Yuvrelina dalam tayangan tersebut.
672 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as my bar
Read
+Library
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Barez mendongak untuk menatap Bara yang juga sudah meluruhkan tubuhnya. Bara terdiam, tatapannya masih kosong. "Lalu, alasan apa yang buat kau membenci diriku Barez?" tanya Bara parau. Jika alasan kematian Bunda bukan karena dirinya lalu hal apa yang membuat Barez ikut membenci dirinya selama ini? Barez menunduk lemah. Ia menatap pergelangan tangannya yang terdapat sebuah gelang dengan 2 gambar kepala beruang.
1026.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as my bar
Read
+Library
MADUKU TERNYATA KEMBARANKU

MADUKU TERNYATA KEMBARANKU

ketus Yoga emosi. Diana terdiam sembari mengamati suaminya. Dia mengernyitkan dahi samar melihat sesuatu di leher sang suami. Ada tanda merah di leher Yoga. "Ada apa dengan leher kamu, Mas? Apa itu tanda kecupan dari seorang wanita?" tanya Diana sambil memicingkan mata. "Kalau iya, kenapa? Kamu mau marah? Marah saja! Aku tidak akan peduli. Dasar istri tidak tahu diri!" semprot Yoga seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
101.7K viewsOn holdAdded to Library 44 Times as my bar
Read
+Library
YOU

YOU

Aluna merasa sedikit cemburu akan hal itu. “Silahkan kak, mau pesan apa?” Aldi, nama salah satu barista yang bertanya kepada Xavier dan Aluna begitu mereka berdua tiba di meja barista. “Ice Caramel Macchiato satu, Ice Greentea Frappucino satu. Kamu mau pesen apa, Ocean?” Xavier menoleh ke gadis disampingnya, Aluna tampak tengah memerhatikan menu coffee yang terpampang di sudut atas belakang barista tersebut, menimbang-nimbang hendak memesan apa.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as my bar
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status