Jerat Pembantu Tuan Abizar
“Itu beda lagi ceritanya, bodoh. Kamu kalau kuapa-apain sebelum menikah, juga pasti bakal marah-marah ‘kan?”
“Lanjut nasehatnya, Mister.” Mawar terkekeh.
Di balik punggung wajahnya Abizar tersenyum tipis, “dalam pernikahan itu Mawar, masa depan bukan milik kita masing-masing tapi milik berdua. Jika kamu kehilangan kaki, maka aku yang jadi kakimu. Jika aku kehilangan tangan, kamu yang menjadi tanganku. Jika kamu kehilangan mata kiri, aku yang menjadi mata kirimu. Jika aku kehilangan mata kanan, kamu yang menjadi mata kananku. Jika salahsatu dari kita mandul meskipun yang lain sehat, yang namanya berbagi masa depan itu bukan harus mencari pasangan baru demi anak, tapi mengadopsi anak untuk ber
Bab Populer