RAHASIA IBU
“Aku bukan laki-laki saleh, tetapi aku akan berusaha membahagiakanmu karena istri adalah tulang rusuk suami. Itu artinya, kamu menjadi bagian dari tubuhku juga. Bahagiamu adalah bahagiaku, dan sedihmu adalah kesedihanku jua. Aku terlambat menikah bukan karena tak laku atau takut terikat. Bagiku, menikah itu pembuktian diri sebagai laki-laki sejati. Sebagai suami, ayah, dan juga pemimpin.”
Aku menangis haru mendengar penuturannya. Hatiku menjadi lega. Semoga saja keraguan menjalankan pernikahan ini hilang. Kita tak akan bisa mengetahui apa yang akan terjadi nanti. Rahasia masa depan hanya Sang Pemilik Semesta yang mengetahuinya.
“Besok, kita minta restu pada ayah kandungmu.”
***