Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku

Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku

Teh Pu-er dengan rasa bumi yang kuat. Dan juga ada teh Tieguanyin dengan aroma manis bunga anggrek. “Kamu yang pilih, Honey,” kata Jade lembut. Sasha berpikir sambil mencium kembali teh kering itu. Kemudian, ia memberikan teh yang ia pilih. “Aku mau ini, Nona Jung,” ucap Sasha. Nona Jung mulai menyeduh tehnya. “Ini adalah teh Tieguanyin, jenis teh oolong yang memiliki rasa yang ringan.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
Godaan Sang Majikan Tampan

Godaan Sang Majikan Tampan

Ternyata Alfian lebih memilih menggunakan kertas kecil berbentuk persegi itu. "Kamu suka teh? Ambil saja satu kotak. Ada di atas meja dapur. Namanya 'Jade Cloud'. Itu dibuat dari daun teh hijau dan jeruk." Bunga melihat penampakan teh itu. Dari pada kopi, tentu saja dia lebih suka teh. Tempatnya sangat indah seperti, kue. Namun, dalam rangka apa, Alfian memberi dia teh. Gadis itu membaca nota lainnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Dewi Medis Kesayangan Kaisar

A-Yao meletakkan telunjuknya di dagu, berpikir sambil mencium masing-masing kotak kecil berisi teh yang berbeda-beda. A-Yao mengambil satu kotak berisi teh bunga persik. “Ini saja, Zhu Yan.” Zhu Yan menatapnya tak percaya. “Kau yakin?” “Kenapa tidak?” A-Yao menaikkan sebelah alisnya. “Ini teh yang sangat mahal.” Zhu Yan berkata ragu.
9.851.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

“Mimi, tolong keluarkan kotak teh yang kubawa dari kediaman Perdana Menteri.” Mimi segera maju, menyerahkan sebuah kotak kayu kecil berukir halus. Salsa membukanya perlahan, memperlihatkan daun-daun teh kering berwarna keperakan. “Ini teh khas keluarga Ishraq. Aku membawanya untuk mengobati rasa rinduku pada rumah. Rasanya hangat, menenangkan. Aku ingin Kakak Nadine ikut merasakannya.” Mata Nadine sedikit berbinar. “Teh keluarga Ishraq? Aku pernah mendengar tentang itu. Katanya aromanya lembut dan menenangkan hati. Baiklah, mari kita coba.”
9.857.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai my tea
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
MY Doctor - Bahasa Indonesia

MY Doctor - Bahasa Indonesia

Membuat Mika menyadari kalau perempuan ini tertarik dengan teh. “Kami buat banyak sekali teh, dan ini adalah salah satu teh dari kebunku. Teh hijau, white tea, matcha, black tea.” Mrs Johan tersenyum saat menerawang sambil menyebutkan teh teh hasil perkebunannya itu. sekarang Mika menyadari, kalai perempuan tua di depannya bukan hanya menyukai teh. Tapi juga mencintai teh itu sendiri. “Mrs Johan? “ tanya Mika dengan sangat senang.”Mau jalan jalan denganku sore ini?”
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
My Precious Baby

My Precious Baby

“Minum teh hangat bu?” Bu Ria menyodorkan segelas teh hangat pada Geya yang kini lagi-lagi terkejut, dia menyambut segelas teh dengan riang dan menyeruputnya pelan. “Hah ini teh apa bu?” “Teh daun mint, itu ada di kotak berisi makanan waktu saya beres-beres kemarin. Saya lihat kadaluarsanya masih lama, jadi saya seduh aja.. Gak suka ya?”
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
I Love You my Teacher

I Love You my Teacher

teriak Om Aldi membuyarkan semua lamunanku. "Ya, Om. Bentar." Aku ke ruang tamu mengantar dua gelas kopi dengan langkah berat, berjalan ke arah mereka berdua. Aku gugup sekali, lalu mengembuskan napas sesaat dengan pelan, kemudian menyimpan kopi di atas meja, lalu mempersilakan Pak Yuda untuk meminumnya. "Makasih, Kia," ucapnya dengan nada lembut dan pelan seraya tersenyum membuatku senang.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

Saking banyaknya, mereka butuh meja tambahan. "David, aku nggak yakin ini bakal habis semua." "Harus habis, Sayang," David memberikan wheat tea dingin kepada Riana. Teh gandum itu salah satu teh kesukaan Riana jika makan di Mujigae. Rasanya sangat membumi. Rasa tanaman biji-bijian. Kalau orang barat sering menyebut dengan istilah earthy taste atau rasa bumi/ tanah.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

"Aku sudah memesankan teh chamomile untukmu. Kudengar itu teh kesukaanmu." Sasha duduk di kursi seberang Aditama, melipat tangannya di atas pangkuan. Ia sengaja tidak menyentuh cangkir teh yang disodorkan. "Terima kasih, Tuan Aditama. Anda tampaknya telah meluangkan banyak waktu untuk mencari tahu tentang preferensi pribadi saya... dan keberadaan saya."
9.421.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

Kemudian ia menoleh pada Anatasya dan berkata dengan tenang, “Teh milik Kakak sangat langka, Anna. Satu kati bisa lebih dari sejuta. Rasanya luar biasa.” Anatasya melongo. Leo kembali mencoba menendangnya, “Mimpi! Kau masih ingin minum tehnya?!” Meski mulutnya keras, Leo tetap berbalik dan menyuruh Lydia, “Ambilkan set teh dan Teh Longjing-nya.” Lydia segera pergi mengambil peralatan dan menyeduh teh hangat untuk mereka. Begitu aroma harum teh memenuhi ruangan, Leo menyusuri uap teh dan bertanya dengan nada penuh selidik, “Baiklah, sekarang kalian jujur. Kapan kalian mulai melakukannya?”
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai my tea
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status