Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta dalam Pelarian

Cinta dalam Pelarian

“Sama-sama, Ibu. Semoga bisa berguna.” “Baiklah, ayo kita minum tehnya.” Regina meraih tea pot di hadapannya, lalu perlahan menuangkan teh ke cangkir mereka masing-masing. “Apa kau suka silver needle tea, Sarah?” Sarah mengangguk penuh semangat. “Iya! Aku suka!” ‘Sebenarnya apa itu silver needle tea? Aku bahkan tidak pernah mendengarnya,’ ucap Sarah dalam hati. ‘Tapi apa pun itu, kujawab suka saja. Aku harus suka!’
10959 viewsCompletedAdded to Library 34 Times as my tea
Read
+Library
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Pesan itu hanya berisi satu kalimat singkat dan sebuah foto. “Terima kasih sudah datang, Kana. Secangkir teh ini kudedikasikan untuk babak baru dalam hidupmu.” Di bawah kalimat tersebut terdapat foto secangkir teh panas dengan kepulan uap tipis di atas meja kayu jati yang sama, dengan latar belakang deretan cangkir keramik buatan tangan khas Chiang Mai. Tidak ada tanda tangan, tidak ada sapaan berlebihan. Hanya sebuah penutup yang sangat pas.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as my tea
Read
+Library
Rumah Teh Ala Miranda

Rumah Teh Ala Miranda

tanya Derren berbisik ke arah Miranda. "Bukan!" tegasnya dengan cemburut. "Aku pesan Teh mawar dan Teh Hijau," ujar Demian kepada Megan. "Baik, mohon tunggu sebentar, tuan?" ujar Megan dan kembali ke tempat Miranda. "Ini prof, Teh Peppermint pesanan anda," ucap Derren meletakan secangkir teh kepada gurunya. Lelaki itu menyeruput teh tersebut dan wajahnya langsung senang dan tenang. " Memang cocok minum teh ini di siang hari."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as my tea
Read
+Library
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

” tanya Alina. (Menurutmu?) Mata Alina membesar, ia menoleh ke samping. Tidak ada siapa-siapa, lantas siapa yang menjawab pertanyaannya tadi? Suaranya begitu datar, tetapi tidak terkesan mengintimidasi. Bunyi panci cerek membuat Alina kembali bernapas. Air telah mendidih, dan ia segera menuangnya ke dalam gelas. Aroma teh melati membuatnya sedikit tenang. Alina kembali mengamati gelas dalam foto hitam putih itu. Jika memang darah, kematian Melisa dengan hilangnya Ardan mungkin akan terungkap.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as my tea
Read
+Library
My Butler Actor

My Butler Actor

“Biar aku ambilin di dapur.” “Teh chamomile aja kalau ada,” balas Ayudia, dengan nada yang terdengar anggun. Sudah Kyra duga. Selera Ayudia memang se-aneh tingkahnya. Kyra nyengir terpaksa. “Ada dong. Aku punya semua jenis teh di dapur.” Dia kemudian menatap Asoka yang matanya fokus memandang layar televisi. “Kalau Kak Soka mau minum apa?”
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 395 Times as my tea
Show Reviews (2)
Read
+Library
ManifestasiSenja
Ini keren banget sih. Interaksi Kyra-Asoka juara. Bayangin aja, punya idola yang dipuja-puja dan rela ngelakuin apa aja biar deket, eh sekalinya deket mlh dijudesin tanpa tahu salahnya apa. :( Lg nunggu Kyra tahu kalau ternyata Asoka pelayannya. Pasti bakal pecah. Yakin. Semangat nulisnya kak
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
SISTEM HAREM : Penakluk Wanita

SISTEM HAREM : Penakluk Wanita

Memastikan tidak ada bahaya atau jebakan di sana. “Baiklah.” Dia pun berjalan perlahan hingga akhirnya duduk di samping Airi. “Mau teh?” Tanya Airi, tangannya terulur ke depan dan hendak menuangkan teh untuk Edward. “Boleh,” tanggap Edward begitu saja, tak khawatir jika ada racun di sana karena daya tahan tubuhnya bisa mengatasi racun. Airi tersenyum sekilas, kemudian menuangkan teh pada Edward. “Ini adalah teh hitam asli dar Negeri Sakura. Salah satu teh favoritku,” jelasnya.
9.646.1K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as my tea
Read
+Library
Bimbingan Panas Sahabatku

Bimbingan Panas Sahabatku

Bita bergantian menatap antara deretan toples teh di hadapannya dan pintu kaca yang mengarah ke halaman belakang. Lalu kembali membaca satu per satu label kecil yang tertempel rapi di setiap toples. Earl Grey. Chamomile. Sencha. English Breakfast. Bita mengembuskan napas pelan. Haruskah ia memanggil Fero? Namun niat itu kembali Bita urungkan. Tadi ia sudah dengan yakin bilang bisa membuatkan teh sendiri.
1035.5K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as my tea
Read
+Library
Legenda Kultivator Terkuat

Legenda Kultivator Terkuat

Xiao Fan menggelengkan kepalanya tanpa daya. Dia sengaja mengungkapkan beberapa detail kehidupan Mi Siyi agar Mi Siyi mempercayainya. "Teh? Teh jenis apa yang ingin dia minum?!" Pakar misterius itu terkejut. "Eh... ini teh dengan rasa buah campur. Aku tidak tahu persis apa itu. Teh ini tidak memiliki efek khusus, tapi rasanya enak." Xiao Fan mengelus dagunya, berpikir sejenak, lalu mengangguk.
9.991.7K viewsOngoingAdded to Library 2.7K Times as my tea
Show Reviews (19)
Read
+Library
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Klan Qing
Izin promos ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
My Bitchy Lady

My Bitchy Lady

Mei Li menuangkan teh panas dari sebuah teko untuk Levi. “Levi bukankah itu nama Bapak?” “Ya itu benar,” balas Levi kaku. “Minumlah teh ini selagi masih panas, Bapak pasti akan sangat menyukai rasa pekat dan keharuman dari teh ini. Ini adalah teh khusus yang dibuat dari perkebunan teh milik Tuan kami.” “Terima kasih atas tehnya. Apakah Ibu Mei Li sudah lama bekerja di sini dengan Tuan Dylan Wang?”
9.412.0K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as my tea
Read
+Library
Menjadi Tawanan CEO Dingin

Menjadi Tawanan CEO Dingin

"Hm, tahu diri juga." "Tapi sayang sekali ...." Dia berdecak. Saat melihat isi cangkirnya, dia bertanya dengan tidak puas. "Kenapa teh ini?" Aura menunduk melihat teh itu. Wanita itu menggigit bibir dan meneruskan dengan agak kesal. "Aku cuma minum teh hijau." Aura mengatupkan bibir. Wajahnya menyiratkan sedikit ketidaksenangan. "Kalau begitu, kenapa nggak buat sendiri saja?"
9.8349.3K viewsCompletedAdded to Library 11.9K Times as my tea
Show Reviews (72)
Read
+Library
risma iran&gavin
brp bln ngikutin cerita novelmu dn rela top up brp x krn cerita novelmu bagus banget..eeehhh endingny gantung ga jls tamat..minimal aura dn jose saling terbuka menyatakan perasaan cinta dn ga jd cerai gitu..piisss aahh
Cantik
Camelia, sudah 2 hari tidak update. Ceritanya belum selesai, tidak kah kamu mau melanjutkan? beberapa penulis lain berbicara kepada pembacanya, apa kamu juga mau berbicara pada kami? Apa kamu baik-baik saja, Camelia?
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status