Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NINE

NINE

Sebuah istilah yang menghempas kabut pekat, membuat semua menjadi jelas. "Rey ... kau tahu 'Self-Injury', kan?" -=9=-
104.6K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as needy
Read
+Library
Undangan

Undangan

“Oke aku berangkat sekarang ya, bye honey” Di super market, Rayhan mengambil keranjang belanja lalu menuju rak yang berisi perawatan tubuh. Pesanan Sya ini terbilang banyak daripada barang yang ingin Rayhan beli juga. Dia sendiri bingung apa semua barang itu akan dibawa semua. Kalau iya bakalan repot banget.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as needy
Read
+Library
NEWBORN

NEWBORN

jelas Dean. “Tapi waktu itu, aku sudah begitu lemah dalam beberapa hari. Aku harus minum darah setiap hari atau …” “Newborn memang selalu haus darah, tapi bukan berarti tidak bisa bertahan tanpa darah selama seminggu,” Dean menyela. “Tapi, aku tidak bisa,” ucap Annabeth putus asa. “Kau bisa, Annabeth,” putus Dean seraya melompat turun dari tempat tidur, membuat Annabeth mengerang kesakitan ketika sinar matahari menyentuh kulitnya.
1028.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as needy
Read
+Library
Me

Me

Meski Rebin meyakinkan kalau itu bukan kesalahan Lea, Lucia bersihkukuh untuk tidak membiarkan Rebin mengajak Lea agar tinggal dirumahnya. Lea menjalani aktifitasnya seperti biasa, Lea memiliki paras yang cantik dengan tubuh atletis dan enchepalon yang memiliki DHA luar biasa. Dia benar-benar gadis luar biasa dengan ingatan sempurna. Setidaknya begitulah yang dilihat Rebin kala itu. Ya, Rebin tidak salah, karena Lea memang gadis yang seperti itu. Meski sebenarnya dia memiliki Short Memory Syndrome. “ Nyonya, Waktunya makan.” Sahut seorang pria yang mengetuk pintu kamar Lea. Dia memanggil Lea dari luar pintu kamar.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as needy
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

kata Pak Abdul seraya menunjukkan ke, arahku. "Oo, begitu ya, Pak Haji, bisa jugalah kami-kami juga dapat hibah," kata salah satu Ibu-ibu tersebut. "Maaf, Ibu-ibu, tak ada lagi yang bisa dihibahkan, sudah habis," jawab Pak Abdul. "Tolonglah, Pak, bantu kami dulu, ini cicilan rumah sudah nunggak empat bulan, tolong diputihkan saja." kata Bu Bondan.
1041.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as needy
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

Dendam Part4 Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Mamah kembali sadar, namun Mamah teramat membuat aku dan Papah semakin khawatir. Mamah terus meracau dan menyebut-nyebut nama Alena, perasaan hati ini semakin tidak karuan. "Alena ..., Alena, jangan tinggalkan Mamah, Nak. Jangan ..., Mamah tidak kuat, tidak kuat jika harus kehilangan kamu, Nak."
1024.6K viewsCompletedAdded to Library 713 Times as needy
Read
+Library
Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

"Papa belum datang, ma?" Indira menggelengkan kepalanya saat melihat Yudo keluar dari kamarnya dengan mengalihkan pandangan kearah jam yang terpasang di dinding "Satu jam lagi mungkin, sudah kangen?" Yudo menganggukkan kepalanya berjalan mendekati Indira "Papa katanya mau kasih buku baru kalau Yudo nurut omongan mama dan bisa bantu jagain Naila."
106.0K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as needy
Read
+Library
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as needy
Read
+Library
YOU

YOU

Dastan membatin "Dastan tolong pinjamkan aku pundak mu." linangan air mata masih saja menetes di pipi Bobby. Kening Dastan berkerut bingung. "Pundakku? Untuk... apa?" "Aku... aku... ingin bersandar dan menangis disana." Bobbi berujar melempar tatapan ragu pada Dastan.
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 341 Times as needy
Read
+Library
Unknown

Unknown

Radit penuh dengan kepastian. Aku hanya tersenyum datar dan menatap kosong ke depan. Apa ini? Apakah perang besar akan segera dimulai dalam hidupku? Aku sudah mempunyai hidup yang cukup rumit, tolong jangan ditambah lagi. Aku menghembuskan nafas gusar berkali-kali, Radit yang melihat tingkah anehku terlihat kebingungan. Moodku benar-benar hancur pagi ini, aku hanya butuh tempat tidur.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as needy
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status