Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Belum ada yang tahu kecuali pemilik lama dan penyedia jaringan. Arga berdiri cepat, menatap ke arah telepon yang tergantung di dinding ruang tengah. Bunyi deringnya menusuk, berulang, seakan memaksa kami menjawab. Aku menelan ludah. “Jangan diangkat.” Arga menoleh padaku, matanya penuh keraguan. Dering masih berlanjut. Satu, dua, tiga, Tangannya gemetar di atas gagang telepon. Aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang, hampir seirama dengan nada dering.
791 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Naik Ranjang CEO

Naik Ranjang CEO

Anya bertanya ragu dan pelan. "Em." Sementara sibuk dengan ponselnya, tak menjawab pertanyaan Anya. Begitu mendapatkan sesuatu yang dicari, Arga beralih mengambil ponselnya sendiri. Lalu memindah angka-angka dari satu ponsel ke ponsel yang lain. "Hallo!" Arga menghubungi seseorang. "Periksa lokasinya. Nomornya sudah kukirim barusan."
9.827.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Dia mulai mengaktifkan handphonenya, membuka diri pada dunia luar. Semua pesan yang masuk dia hiraukan. Sudah terlalu banyak. Jemarinya menggeser layar dan melewatkan setiap pesan, hingga pada detik ke sekian ada salah satu yang menarik dirinya untuk membuka. Dari Anggun, kawan lamanya yang tinggal di Jakarta. Setelah membaca satu kali, Ria tutup dan tak memikirkannya. “Ria,” ibu mengetuk pintu. Ria mempersilakan masuk. “Bisa ngobrol sebentar sama Bapak?”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Begin Again With You

Begin Again With You

"Pakai handphone Papa aja, Ga. Itu ada di meja." Raga menghela napas panjang. Kini saat ia sudah berhasil mendudukkan Adit di sofa, Raga mengambil handphone Adit. Kini ia angkat jari Adit dan ia tempelkan pada layar. Saat handphone sudah terbuka, ia cukup terkejut karena yang menjadi wallpaper handphone Adit adalah foto dirinya, Hanna dan Adit yang diambil saat acara ulang tahun Aledra Group. "Ga, buruan. Setengah jam lagi orangnya sampai sana."
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Mertuaku Adalah Maut

Mertuaku Adalah Maut

Kring! Ponsel Hesti berbunyi ketika ia sedang sibuk membereskan dokumen bersama dengan Arga. "Ada yang telepon, Hes." Arga mengingatkan. "Sebentar. Aku jawab dulu." Wanita itu segera melihat siapa yang sedang memanggilnya. "Hmm ... siapa ya?" "Bukan nomor yang kamu kenal kah?" tanya Arga penasaran.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Gadis itu lantas mengambil ponsel dari saku celana, dan menghubungi seseorang. “Chel, lo dimana?” Anara berbicara dengan suara parau, saat sambungan telepon telah terhubung. “Lo, kenapa An? Gue masih stay di Paris.. Masih satu bulan lagi, beb.” Chelsea, satu-satunya sahabat yang dimiliki Anara, sekarang sedang berada di Paris mengikuti kelas exclusive seorang designer terkenal. “Ah, iya! Gue lupa masih satu bulan lagi! Ya sudah, gue tutup, deh!”
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan

Ana bergegas melepas lengan dari tangan Zidan, dan menyambar tas untuk mengambil ponsel. "Halo, Ga!" sapanya langsung menjawab panggilan Arga. "Hmm ... aku di kafe." Ana mendengarkan suara Arga yang berbeda dengan seksama, ada rasa khawatir ketika Arga bicara dengan nada panik. "Aku mengerti." Panggilan itu berakhir, Ana kembali memasukkan ponsel ke dalam tas.
9.861.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
DUDA KHILAF

DUDA KHILAF

Raga memperlihatkan sebuah nama pada Wildan tentang siapa orang yang tengah menghubungi Vanilla saat itu. "Angkat! Loudspeaker," perintah Wildan cepat. Vanilla terus merutuk dalam hati. Kenapa juga Argan harus meneleponnya dalam situasi ini? Dengan perasaan gelisah, Vanilla pun mengangkat panggilan Argan, berharap lelaki itu tidak mengajaknya melakukan hal yang aneh-aneh lagi. "Ha-halo Argan?" Tanya Vanilla terbata. "Halo Nessa? Apa aku mengganggumu?" Tanya Argan saat itu. Raga dan Wildan bisa mendengar dengan jelas suara Argan di seberang.
10116.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Dia menelepon Argan lewat panggilan W******p maupun panggilan telepon biasa, namun tidak diangkat. "Siapa yang bisa aku hubungi?" Otaknya berpikir keras, namun dia tidak mengenal satupun teman Argan, apalagi di Jakarta. "Mama? Kak Ajeng?" Dia mempertimbangkan untuk menelepon keluarga Argan. Jari Mentari hampir menyentuh tombol memanggil, saat sebuah telepon masuk. "Halo," angkat Mentari. "Tari, kenapa?" Itu suara Argan.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Dijodohkan Dengan Om Galak

Dijodohkan Dengan Om Galak

******** Arga mengecek handphonenya saat Hana sudah tertidur. "Shit!"umpat Arga saat menerima sebuah foto dari Ray. "Angkat bangsat!"gumam Arga kesal karena Ray tak kunjung mengangkat telpon darinya. Sementara itu yang di telpon tengah makan siang bersama Nessa. "Kenapa nggak di angkat Kak?"tanya Nessa. "Biarin aja!"jawab Ray,yang memang sengaja mengabaikan panggilan telepon dari Arga.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai negara argan di when the phone rings
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status