Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Di sana seharusnya ada tumpukan bacang yang harum. Namun, sekarang semuanya hancur, seperti harapan-harapannya. Apa memukul dan merusak itu membela kebenaran? Aku menyeka wajahku, cepat-cepat mendekati Nenek. Sambil membantunya berdirinya, aku berkata, "Nek, jangan dipungut lagi. Ayo kita pulang." Ketan yang sudah dimasak diinjak hingga hancur, tercampur dengan kurma dan kacang merah menjadi bubur.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Malam pertama

Malam pertama

Falshback Tidak ada jalan lain hanya sebuah gang sempit yang menjadi jalan utama mau tak mau nenek melewatinya cukup menyesal karna ia tak mengajak Maya bersama namun melihat wajah letih itu yang telah bekerja seharian membuatnya harus lebih faham keadaan, nenek memilih belanja sendiri dihari rabu sore ini biasanya ia akan belanja dengan Maya pada minggu pagi banyak orang berdesakan untuk membeli sayur murah, karna kebutuhan untuk besok tak ada maka mau tak mau nenek harus belanja pada hari ini juga gang ini sungguh seram Nenek takut jika sesuatu akan muncul didepanya, ayolah nenek juga manusia yang mempunyai rasa takut pada gank sepi yang sempit, saat tingkat kewaspadaan kian naik, tiba-tib
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Bos di Atas Normal

Bos di Atas Normal

“Saya sibuk sekali, Nek. Tapi, rindu dengan masakan Nenek. Makanya datang kemari.” “Jadi rindu dengan masakan nenek saja?” Nolan melepas pelukan untuk menarik kursi di samping nenek Glow. “Sayangnya saya harus berkata jujur, Nek,” candanya. “Anak nakal.” Tepat usai Nolan mendudukkan bokongnya di sana, Nenek menyadari kehadiran orang lain bersama Nolan. “Siapa?” tanyanya menuntut penjelasan.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
MISTERI TUSUK KONDE

MISTERI TUSUK KONDE

Wanita itu masih mencoba mengatur tarikan napasnya. "Nek, memangnya kalau bau singkong rebus itu kenapa?" tanya Nayla ngos-ngosan. "Bentar. Nenek tak ambil minum dulu. Kalian juga enggak?" Nayla dan Angel mengangguk bersamaan. Tak lama Nek Sami sudah membawa dua gelas air putih. Meletakkannya di atas meja. "Kalau bau singkong rebus gitu tandanya ada genderuwo!" ujar Mbah Sami sedikit mengecilkan intonasi suaranya di kata terakhir.
1025.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 938 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Jeratan Mantan Suami

Jeratan Mantan Suami

Sebaliknya, dia malah berkata, “Dia nggak punya banyak teman di Kota Jantera. Teman mainnya hanya itu-itu saja. Nggak ada tuh temannya yang bernama Gilang. Kalau kamu khawatirkan dia, gimana kalau aku coba tanya ke dia saat dia datang ke sini nanti?” “Nggak usah tanya, Nek. Aku suruh orang selidiki. Nenek anggap saja nggak tahu apa-apa.” “Ya sudah,” jawab sang nenek. Pada akhirnya, Boris tidak mendapatkan informasi apa pun dari nenek Zola. Ekspresi wajahnya sangat serius dan dingin. Dia tidak tahu apakah karena tersembunyi dengan sangat baik atau ada alasan lain.
9.5222.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Nikahi AKU Brondong NAKAL !!

Nikahi AKU Brondong NAKAL !!

tanya Neni diikuti oleh dua orang artis yang juga ingin duduk di hadapan api unggun. “Nggak tau nih Kak Neni..., kayaknya efek minumannya yang buat dia ngoceh aneh-aneh. Hehehehe.” Tawa kecil Candra masih dalam kondisi tubuh Anjani dalam pelukannya. “Gue kagak ngoceh..., elo yang rese mau tinggalin gue gara-gara tuh cewek,” oceh Anjani kembali keluar dari bagian dada Candra.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Melamar Suamiku

Wanita Yang Melamar Suamiku

tolakku mengeratkan pelukan. “Tapi de e jambakin rambut kowe, Ning!” “Biar, Nek, Bening tahan, kok. Asal jangan Nenek yang disakiti.” “Ya, Allah, Ning, kowe iku, Nduk!” ucap Nek Ayang terharu.
1081.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Dewi Ambigu

Dewi Ambigu

tutur Lestari. "Iya, Nek!" Ambigu segera bergegas dan menuruti kata neneknya. Mengeringkan rambutnya kemudian berganti pakaian. Setelah selasai dirinya segera meneliti meja makan. Sudah tersedia singkong rebus di meja itu. Ambigu memakannya singkong tersebut dengan ikan asin. Seperti itu ambigu sudah bahagia. Neneknya sudah memasukan sayuran itu ke dalam bakul kemudian menggendongnya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
MISTERI SUMUR TUA

MISTERI SUMUR TUA

cetus Nenek Iroh singkat. Semua yang berada di meja makan pun terdiam, tidak ada yang berani bertanya lagi kepada Nenek. Mereka melanjutkan menyantap makanan yang telah terhidang di meja makan hingga habis. “Emm ... Nek, Kemal makan ikannya kok kalah cepat ya sama Nenek. Padahal gigi Kemal kan masih lengkap. Sedangkan gigi Nenek udah ompong.” Pertanyaan polos Kemal memecahkan suasana saat itu.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Happy Reading ***** Menepuk kening sendiri setelah melihat wajah si nenek, mau tak mau Cakra tetap menampilkan senyuman walau sedikit enggan bertemu dengan wanita tersebut. "Nenek mau nyari siapa di sini?" tanya Cakra sedikit canggung. Kakinya bersiap melarikan diri jika jawaban si nenek sesuai dengan pemikirannya tadi. "Mau nyari siapa lagi? Pastinya, nyari kesayanganku, dong, Mas," jawab si nenek sedikit genit.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status