Istri Nakal Mas Petani
Entah bagaimana tiba-tiba sudah berdiri tegak di sebelahnya.
“Ada di kamar depan, Mbah. Mungkin lagi tidur. Istri saya sakit. Maklumi kalau agak … galak.” Wira mengangguk kecil pada Mbah Urut. Ada kekhawatiran kecil saat mendengar dari Subardi kalau wanita tua itu judes. Bagaimana berhadapan dengan Sully yang juga judes?
“Permisi … Mbah masuk, ya. Namanya siapa, Nak? Ayo, bangun. Panasnya ini memang karena masuk angin. Selama ini tinggal di daerah mana? Belum pernah di tempat dingin seperti ini?”