Wanara
bisik Wanara sedikit mengarahkan mulutnya ke telinga pria paruh baya itu.
Ramanggala tersenyum, dan menganggukkan kepalanya. Lantas, ia mundur tiga langkah. "Silahkan, Raden. Hati-hati dalam perjalanan!" kata Ramanggala.
"Iya, Paman. Terima kasih, aku berangkat sekarang!" jawab Wanara pamit kepada Ramanggala.
Wanara langsung merangkapkan kedua telapak tangannya, kemudian menutup rapat matanya. "Ragaku raga kapas ... Angin, bawalah ragaku terbang!" ucap Wanara merapalkan mantra.
Hot Chapters