Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Petani Terkuat

Petani Terkuat

Dengan begitu, panen pertama hasil siraman campuran air spiritual telah selesai. Besok, setelah mereka membeli tossa, mereka akan mulai menjual buah langsung kepada pelanggan di pasar. Dan tanpa mereka sadari, sebagian kecil dari hasil panen kemarin sudah lebih dulu membuka pintu menuju perubahan yang jauh lebih besar. ...... Rumah Makan Dewaya merupakan rumah makan nomor satu di Temanggung.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Akbi melambaikan tangannya kembali, memberi kode agar seseorang mengambil mangkuk kosong dan menggantinya dengan menu main course. Bee mendapat Chicken Parmigiana khas Italy, ayam yang dilapisi dengan tepung roti dan saus neopolitan berbahan keju dan tomat itu memanjakan lidah pnya. “Enak?” Akbi bertanya dan berbalas anggukan dari Bee. “Buka mulut kamu,” kata Bee sambil mengangsurkan potongan ayam yang tertancap pada garpu ke depan mulut Akbi. Tanpa menunggu waktu berlalu, Akbi membuka mulutnya lalu melahap potongan ayam berlumur saus dari tangan Bee.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
PWSPD 2 : AKHIR DUNIA

PWSPD 2 : AKHIR DUNIA

sahut Wan Bingwen dengan tatapan berbinar. "Namanya nuget, terbuat dari daging ayam yang digiling, dibumbui, dikukus kemudian di goreng," sahut Fatta dengan wajah bangga, bahkan Rama yang tadinya ingin menjelaskan jadi tidak repot bicara karena Fatta. "Kak Fatta, kau sangat hebat, sudah berapa lama kau mengikuti guru?" tanya Wan Bingwen lagi.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 977 kali sebagai niat potong ayam
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Ummi
Pembacaa, othor minta maaf ya... othor lagi di platform sebelah, rezekinya lagi di sono kemaren... "Saka sang Ahli Medis" di platform m@xnov3l, jangan lupa mampir yak (kabur dulu, takut kalian pukulin kalau lama di sini (⁠人⁠⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)) Rama bakal dilanjutin kaga? lanjuuuut kok!
Caca Marica
Berawal berhadapan dengan musuh dari sesame bangsa manusia, lalu lanjut bertemu he wants spiritual dan bangsa peri… setelah itu, berhadapan dengan Pasukan setan dan iblis… sekarang face to face ama siluman… jadi macam baca novel mistis binti horor deh… tapi, ga nyeremin, ngangenin malah iya… ...
Baca Semua Ulasan
Setelah Menonton Video

Setelah Menonton Video

Ia masih menggosok mata sambil merebahkan kepalanya di dadaku. "Lapar, Bu." "Oh, iya, Ibu ada kue dan ayam dari tetangga." "Ayamnya udah mateng?" aku tertawa. Celotehan lucu Aji mengingatkanku pada Robi. Apa kabar bocah itu? "Udah, udah digoreng, Sayang." "Gak dipotong dulu baru digoreng?" aku kembali tertawa. "Aji, ampun deh, kamu gemes banget, Nak. Udah Sayang, ini ayamnya sudah di tangkap, kemudian dipotong, lalu dikuliti, dibumbui, lalu digoreng."
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Pewaris Darah Cemani

Pewaris Darah Cemani

Potongan ayam yang besar benar-benar terlihat sangat menggoda, membuat perut Denjaka mendadak keroncongan. “Baik, Mbah terima kasih. Mari kita makan bersama,” balas Denjaka, mengajak sang tuan rumah untuk ikut makan juga. Tidak bisa menolak ajakan dari Denjaka, Mbah Tarjo dan Mbok Marni segera duduk bersila bersebelahan, berhadapan langsung dengan Denjaka yang saat ini sudah menuangkan nasi ke dalam piring miliknya, lengkap dengan sepotong ayam kampung yang sejak awal memancing air liurnya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Apakah aku dan Intan dibolehkan untuk keluar. "Tan ... ki ngoncekno brambang!" pinta ibunya. (Tan ... ini kupasin bawang!) "Nggih, Bu!" jawab Intan. Intan langsung mengupas bawang merah, dan mengirisnya tipis-tipis untuk dijadikan taburan sup ayam nanti. Sedangkan aku sibuk memotong sayurannya. Tring! Tring! Ponselku berdering. Hanif mengirimkan hasil boneka Jelangkung yang ia bikin.
1066.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

Radit meletakkan ayam-ayam yang sudah matang di atas nampan besar, aromanya langsung menyebar menggoda. Varen dengan cekatan membagi potongan ayam ke piring masing-masing. Suara percakapan masih terdengar di antara mereka. Mayang dan Tari duduk berdampingan, masih bercakap ringan meski tangan mereka sibuk menyendok nasi. “Ayamnya terlihat enak.” ujar Mayang sambil tersenyum. Tari mengangguk sambil menatap potongannya, “Ya, Radit memang jago memanggangnya.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

kata Bi Laila sambil menyusun ayam dagangannya. "Baik, Bi." Nawang memperhatikan setiap gerakan bibinya: cara menimbang, cara memotong dengan cepat, dan cara berbicara dengan pembeli-selalu ramah tapi tegas soal harga. "Kalau ada pembeli, kamu tanya, mau ayam kampung atau ayam potong biasa? Kalau ayam kampung, minta Zulham menimbang dan memotongnya. Baru kamu bungkus. Kalau ayam potong yang di meja ini langsung timbang dan bungkus saja. kecuali kalau mereka minta dipotongkan. Misal potong empat, delapan, sepuluh atau dua belas bagian," pungkas Bi Laila sambil mempraktekkannya. Kebetulan ada pembeli yang meminta potong dua belas bagian.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Suami Miskinku Ternyata Tuan Muda

Rita meletakkan plastik bening berisi opor di depan Dewi. "Ayam pedas itu tinggal berapa?" Rita berjalan memeriksa ayam yang tadi nya akan di beli Ratna. "Masih delapan potong mbak" "Aku beli semua! jadikan dua bungkus ya, yang satu isi dua potong saja,sisanya jadikan satu bungkus." "Heh, lauk itu juga mau kamu beli mbak? lalu aku makan apa?" "Yang lain banyak, tongkol ada, telur ada, tu bacem juga banyak!" Dewi menunjuk makanan lain di meja.
7.3129.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Asa diujung Sajadah#book2

Asa diujung Sajadah#book2

"Bawa ke sini semua ayam-ayamnya Narti." Dengan segera Narti mengumpulkan sembilan potong ayam dalam satu wadah. Mengangsurkannya sembari berbisik," Ayamnya, bau sekali, Bu. Tidak mungkin ayam-ayam ini berasal dari warung kita. Saya yang tadi membungkusnya satu persatu. Saya bersumpah, semua ayam-ayam tadi harum sekali aromanya, Bu."
10101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai niat potong ayam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status