RUMAH EYANG
KARTIKA DEKApengantar tidurkusampai dirumah aku menangistidur di depan pintu
Imanku masih setipis tisu, padahal aku tau, manusia adalah makhluk yang paling mulia, tapi tetap saja aku merasa takut dengan makhluk yang tak kasat mata.
Mataku tak fokus pada sajadahku. Aku berusaha memejamkan mata, agar aku bisa khusyuk kembali, nyatanya tidak bisa. Walau mulutku tetap berkomat-kamit membaca bacaan sholat.
"Allahu Akbar." Aku mulai rukuk.
"Allahu Akbar." Terdengar juga suara yang mengikutiku. Aku menjadi tambah takut jadi cemas. Suara siapa itu, yang salat di belakangku?