Wonderstruck
sahutku.
“Oke,” sahutnya pendek. Levi menendang kerikil kecil di tengah jalan.
“Kamu sendiri harus dipanggil apa? Lev, Levi, Le?” balasku seraya mengulum senyum.
“Ish, cewek pendendam,” gurau Levi. “Terserah aja, sih. Asal jangan dipanggil Lele. Nggak keren. Tapi teman-temanku bisa manggil ‘Lev’ doang,” beri tahunya.