Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Sampai di tahun kesembilan, captionnya berubah. 9th. You can keep my words. This is the time, SG. *** Bersambung
1018.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 470 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
STRANGER WITH BENEFIT

STRANGER WITH BENEFIT

Aku enggak mau sampah seperti itu masuk ke paru-paruku. “Ya udah, kita mulai. Aku pingin jadi salah satu orang pertama yang ngucapin selamat atas pernikahan kamu,” kata Rippo sambil duduk dan kasih kode ke kameramen. “Makasih.” Aku taruh tangan di punggung Derrin, membimbingnya ke sofa. “Kita hindarin topik seperti, kami akan tinggal di mana atau asalnya Derrin dari mana. Aku enggak mau ada orang usil yang ganggu di sana.”
866 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 18 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
49 DAYS

49 DAYS

Tapi semuanya berubah 5 bulan yang lalu, ketika kesalahan fatal itu terjadi. Saat acara Paris Fashion Week malam itu, Rebecca dan beberapa rekan model dan aktor yang lain tengah merayakan acara ulang tahun salah satu artis. Malam itu seakan membuat Rebecca lupa menjaga dirinya. Ia dan teman-temannya terlalu asyik dalam kekacauan pesta yang ada di sebuah club. Entah berapa banyak minuman keras yang Rebecca teguk saat itu, Ia juga tak mengingat dengan jelas. Satu hal yang pasti, pagi itu Ia sudah terbangun di sebuah hotel dengan seorang aktor papapn atas Korea, Chris Lee.
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 80 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
The Perfect Stranger

The Perfect Stranger

Ia lantas mematikan ponselnya, dan memasukannya ke dalam tas. Sunyi dan hanya terdengar mesin mobil yang halus dan klakson mobil di sekitar jalanan yang sesekali terdengar. Tak ada percakapan di antara mereka bertiga. Arthur, Bima dan Rayana hanya terdiam hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan yang ingin mereka datangi tetapi sempat tertunda kemarin. Arthur lantas segera memarkirkan mobilnya dan mereka bertiga pun turun.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 165 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
A Perfect Hollow

A Perfect Hollow

Enam bulan sebelumnya Perempuan berambut pirang itu mendesahkan rayuan provokatif saat lelaki di belakang tubuhnya menyusun bubuk kenikmatan, memanjang dari punggung ke pantatnya yang bulat. Seperti seorang OCD yang membuat barisan rapi tipis bubuk putih. Tak lama kemudian, laki-laki itu menyesap semuanya dalam sekali isap dengan lintingan uang kertas lewat hidungnya. Lelaki itu merasakan sensasi sengatan yang sangat dikenalnya; menusuk, menekan kepalanya, lalu memberikan sensasi melayang yang menyenangkan. Setelah itu, mulutnya melolong penuh kemenangan.
106.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 157 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
Perfect Partner

Perfect Partner

Grup Chat Tanpa Bian. Freya: Shera, kenapa fotonya gelap? Shera: Aku salah duduk. Ghea: Lihat-lihat Bian merespon. Dia langsung mengenali itu daddy. El: Dia cepat sekali mengenali daddy. Aku akan mulai beraksi. Al: Cepat El, aku akan timpali. Freya: Dia mau pulang. Ghea: Kita berhasil. Shera: Tidak sia-sia aku jadi detektif.
1017.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 461 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
(Not) One Night

(Not) One Night

Dia sudah tahu dan tak perlu bertanya lagi. "Citra menjadi tetangga depan apartemenmu. Aku hanya khawatir dia akan terus mengganggu Evelyn jika Evelyn tetap kamu biarkan tinggal di sana. Kamu sebagai mantan suaminya jelas tahu bagaimana wataknya," jelas Karina. Alan terdiam mendengar itu, dan baru ingat kalau yang menjadi tetangga depan apartemennya adalah Citra. "Aku tak bebas mau melakukan apa-apa di rumah karena ada Zara," ucap Alan diakhiri dengan deheman pelan. Karina mencebikkan bibir mendengar itu.
1.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 48 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
Pengampunan Ke-99 Kali

Pengampunan Ke-99 Kali

Kita ngomong baik-baik. [Kok matikan Hp? Kau beneran marah?] Dina nggak percaya aku nggak gubris dia. Dia terus telepon aku. Setelah dengar nada sambung dingin yang ke-39, Dina akhirnya mulai panik dan berkata, “Nggak mungkin …. Nggak mungkin …. Tadi mau keluar masih oke-oke saja.” Dina mulai ingat ekspresiku saat bilang soal kupon. Sangat tenang. Seakan sudah pasrah.
1.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 33 Beses bilang nine perfect strangers
Read
+Library
PREV
123
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status