Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Pelukan Sang CEO

Dalam Pelukan Sang CEO

Sebastian memperkenalkan dirinya sambil mencium tangan Nisa. Playboy dan playgirl, cocok sekali. Itulah yang ada di pikiran Sarah. "Oh, iya, aku sahabat Sarah yang paling dekat. Namaku Nisa," Nisa memperkenalkan dirinya dengan senyuman nakal. "Oh, maukah kalian bergabung dengan kami?" tanya Sebastian. "Oh, bolehkah?" tanya Nisa pada Sebastian. "Boleh, manis. Kevin, kamu tidak keberatan, kan?" tanya Sebastian pada Kevin.
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

sahut semua siswa yang ada dikelas. Bu Tika mempersilakan Zanna duduk dengan gadis berambut pendek. Itu Fanna Abela, gadis bawel dan pintar kelas. "Kamu duduk dengan Fanna ya Zanna." suruh Bu Tika. Zanna melangkahkan kakinya, seorang gadis berambut hitam pekat melambaikan ke arahnya yang dia yakini itu adalah Fanna, teman sebangkunya. Zanna mencoba tersenyum ramah walau sebenernya dia sedikit canggung dengan suasana ini.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Penonton hebah sorak-sorai. Pak Teno segera memasangkan Aiys Jubah kebesaran dan salempang Bintang SMA NUSANTARA. Aiys masih dibuat tidak percaya, seketika rasa lelahnya terbayar sudah. Pada dingin udara malam Aku berteman rembulan Aku menatap, tersenyum padanya Rembulan sanksi bisu, Aku berpeluk kertas Menyelami bacaan
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Maaf, tadi Nyonya kenapa? Kata dokter, Nyonya mengalami syok, apa karena telepon dari —" Suara Sumi terpotong oleh gerakan Mariana yang menarik napas dalam. Perlahan, dia mengatakan apa yang terjadi, termasuk rasa penasaran akan suara wanita yang dia dengar di ujung sana. "Apa Bibi tahu nomor ini?"
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir

Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir

Sahut Nissa. "Kita sama-sama seorang wanita, dan aku bisa melihat dengan jelas di mata kamu kalau kamu menyukai suamiku, aku harap itu bukanlah perasaan aku saja. Jadi tolong jawab aku dengan jujur, apa kamu menyukai Mas Aryan?" Tanya Aluna. Mendengar pertanyaan seperti itu, Nissa justru langsung tertawa yang membuat Aluna semakin bingung. "Kenapa kamu malah tertawa, aku bertanya serius pada kamu? Apa pertanyaan aku itu terlihat lucu." Tanya Aluna kembali.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
My Future Huby

My Future Huby

Rasa sayang antara ibu dan anak itu dapat mengetarkan hati siapa saja yang melihatnya. Zea merabah dadanya yang berdetak kencang saat mendengar kata ‘Sah’ mengema di ruangan itu. Ia terus duduk dengan gelisah. Dengan langkah yang di seret , Zea berjalan di apit ibu dan ibu mertuanya. Ia masih belum percaya sekarang ia resmi melepas status jomblonya. Jika para ibu memasang wajah bahagia sekarang Zea justru memasang wajah frustasi. “Senyum, Sayang,” ucap sang ibu berbisik saat mereka tiba di ruangan ijab qobul.
9.42.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

Intan mendapat plototan tajam dari Hana. "Kenapa gak panggil nama aja Bambang! Jadi gue juga gak bakalan nengok." Hana mendengus. Sepertinya suasana hati Hana sedang tidak baik, bisa di lihat dari sikapnya yang sensian. "Kenapa tan?," tanya Ana. "Heh! gue bukan tante lo ya!" serongot Intan. Ana merotasikan bola matanya malas. "Kan nama lo Intan! Jadinya gue panggil lo Tan." jawab Ana, ngegas.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“kayaknya.” “KAYAKNYA?!” Mama meledak. Selin menarik selimut lebih tinggi, seolah kain itu bisa menyelamatkannya dari ceramah pagi. “Selina Athalia Putri.” Mama melangkah masuk, berdiri di samping ranjang. “Kamu itu anak perempuan. Pulang jam dua pagi, nyetir sendiri. Kamu pikir Mama nggak capek mikir?”
10712 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
Cinta Seorang Pria

Cinta Seorang Pria

Nissa pun segera meninggalkan ruang kerja Ghania untuk meneruskan pekerjaannya. Iseng Ghania membuka undangan pernikahan Nissa, undangan yang simpel namun indah. Tak ada photo calon pengantin yang ditampilkan dalam undangan tersebut sebagaimana yang sedang tren saat ini. "Nissya Sabrina dan Syahidar Harris Abdurahman."Ghania tampak membaca pelan nama yang tertulis di undangan tersebut, satu alisnya naik menandakan kalau dirinya sedang berpikir. " Syahidar Harris Abdurahman?Berapa orang yang memiliki nama ini ?"
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
Bukan Jendral Tapi Pangeran

Bukan Jendral Tapi Pangeran

batin Sabir ikut tersenyum dan mengangkat dagu Samir yang menganga melihat Ibram kembali tersenyum. "Bukan langit yang runtuh, tapi temboknya,” gumam Sahna tersenyum. Wanita itu mengulurnya tangan kirinya yang mencoba cincin baru pada Meghna. Meminta pendapatnya tentang perhiasan itu. Sementara tatapan Sanjana justru fokus pada Ahana. Rasa penasarannya terhadap istri keponakannya itu semakin besar. "Bagaimana kalau kita mulai permainan ini, tantangan pertanyaan dan perintah?" tanya Sabir pada Ibram dan Ahana.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai nissa sabyan hmm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status