MAWAR
Nico menggelemutukan giginya, "sepertinya cara halus memang tidak berlaku untukmu, ya?"
Mawar beringsut mundur, agak kesusahan karena posisinya sedang terbaring, jadi dia tidak bisa bebas bergerak. "Mau apa kau?"
Tanpa membuang waktu, Nico langsung menggendong Mawar ala bridal. Dia masih waras karena tidak menggendong Mawar seperti karung beras.
"Lepaskan aku, keparat!" Mawar memberontak. "Aku bisa berjalan sendiri," ucapnya, tapi suaranya terdengar menciut.