Undefined Hurt
“Mohon maaf, Dek. Tidak ada pasien bernama Karenina Agastya di sini.”
Kia mengernyitkan dahinya. “Oh, tidak ada ya, Sus. Kalau nama Karenina?”
Suster Linda menggeleng. “Tidak ada juga, Dek.”
“Kalau begitu, terima kasih ya, Sus. Saya permisi.”
Kia berjalan keluar dari rumah sakit dengan perlahan. Yang ada di pikirannya sekarang ialah mengapa tidak ada nama Karen yang terdata di nama pasien? Apa si penelepon tadi salah mengirim lokasi? Atau, jangan-jangan si penelepon tadi hanya menipunya? Seharusnya tadi Kia mengikuti firasatnya yang berkata bahwa ini hanya sekadar modus penipuan.
Hot Chapters