JANGAN NGAKU CANTIK
Dia rehat sebentar menghabiskan rokoknya diselingi es Thai tea, duduk memandang ke sekitar apartemen.
"Apa tadi yang ada di pikiran dan hati Si Kaka, kenapa dia sampai berbohong sama Si Botak? Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran dan hatinya, entahlah. Pointnya, aku sedih kalau anak-anakku bohong. I really dissappointed to know and hear that (Saya sangat kecewa mengetahui dan mendengarnya)." ia mengerutkan dahi.
"Ada apa Si Okem, tumben nyuruh telepon? Perasaan aku gak enak, nih!" ia mengerlingkan matanya, menekan ponselnya panggil nama Flower.