Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Wanita Cadangan

Bukan Wanita Cadangan

Aku mengelengkan kepala mengenyahkan pikiran yang terasa aneh. Bunyi notifikasi kembali mrngalihkan fokusku pada layar handphone. 'Maaf. Ini siapa?' Aku mengernyit sesaat. Ya Tuhan. Apa dia tidak peka? Aku memang hanya memasang foto matahari tengelam di profil. Dari dulu aku tak suka memajang fotoku sendiri. Bahkan di media sosial, hanya beberapa yang mungkin perlu di posting karena berkaitan dengan pekerjaan.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 100 Beses bilang not your type
Read
+Library
Bukan Cerita Dongeng

Bukan Cerita Dongeng

Balas Kayla santai, tetapi mematikan 🗡🗡🗡. 🌼🌼🌼
18.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 516 Beses bilang not your type
Read
+Library
Bukan Suami Pilihan

Bukan Suami Pilihan

"Apa? Untuk apa aku melakukan itu padamu? Kau tidak menarik. Camkan baik-baik, kau itu bukan tipeku, paham?" Keenan terdiam sesaat dan menatap serius Emily yang dengan tegas seolah menunjukkan batasan yang tidak boleh dia lewati. Wanita itu seakan memberinya peringatan. "Memang seperti apa tipemu? Lelaki dewasa yang penyayang? Suka anak kecil? Pengertian dan perhatian? Apa dia juga pengusaha kaya? Wajahnya sangat tampan dan tubuhnya sempurna? Katakan, yang mana tipemu?"
1024.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 864 Beses bilang not your type
Read
+Library
Bukan Pasangan Impian

Bukan Pasangan Impian

tanya Gina pada anak semata wayangnya. “Apa yang kurang dari perempuan kemarin?” tanya Gina lagi, padahal menurutnya perempuan yang ia pilihkan sangat cocok disandingkan dengan sang putra. “Perempuan kemarin bukan tipe Aris,” sahutnya cepat, tak berminat lama-lama membahas persoalan yang sama. “Lalu, perempuan seperti apa yang menjadi tipe idealmu?” kali ini Gina melembutkan suaranya, sudah cukup merasa kesal pada Aris yang selalu membantah perintahnya.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang not your type
Read
+Library
YOU AND US

YOU AND US

gumam Delna tersenyum tipis. Pukul sembilan lewat tiga menit. Orang orang masih berlalu lalang dijalan, ada yang berlari, berjalan, bersepeda, menaiki angkutan umum dan memakai kendaraan pribadi. Sedangkan Delna adalah orang yang masuk kedalam kelompok berjalan, bedanya ia hanya berjalan santai, tidak ingin beraktivitas terlalu berat karna kondisi tubuh belum memungkinkan.
104.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 157 Beses bilang not your type
Read
+Library
Bukan Aku

Bukan Aku

Girang sekali sampai-sampai yang dia berikan pada Satria bukan piring, tapi gelas. "Kalau aku gak makan di sini, disiapin piring. Giliran makan di sini malah cuma boleh minum doang." Ucap Satria yang sebenarnya bingung. "Eh, maaf, Mas. Aku ambilin dulu." Di dalam hati mengumpat pada dirinya sendiri.
1012.7K viewsOn holdIdinagdag sa Library 369 Beses bilang not your type
Read
+Library
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) POV Aarav "Apa, Yah? Ayah mau melamar Siti untuk Aarav? Tidak mungkin." "Kenapa tidak mungkin, Rav? Ayah hanya ingin kamu mendapat pendamping yang tepat." "Bukannya Ayah yang suka sama Siti, karena wajahnya mirip Mama."
108.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 315 Beses bilang not your type
Read
+Library
(Not) One Night

(Not) One Night

Ini pasti tidak nyata. "EVELYN!!!"
1.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 60 Beses bilang not your type
Read
+Library
Aturanmu, Bukan Aturanku!

Aturanmu, Bukan Aturanku!

"Aku menghabiskan puluhan miliar setahun di tempat ini. Kamu mau pakai apa buat dibandingkan denganku?" Aku menarik napas dalam, lalu mengeluarkan sebuah kartu hitam tanpa tanda apa pun, tetapi memancarkan kilau gelap dari dompetku dan menyerahkannya. "Kartu hitam tanpa limit. Uangnya cukup, 'kan? Buatkan kartunya sekarang, lalu mulai ulang proses lelang." Suara terkejut terdengar dari segala arah.
29.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 950 Beses bilang not your type
Read
+Library
Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku Bukanlah Prioritasmu

Suara pelanggan tetap itu terdengar di samping. Dia datang lagi hari ini. Dia menyerahkan sebuah map dengan bingkai yang sangat rapi padaku. “Aku nggak akan pergi,” ujarku langsung menolak, tanpa melihat isinya. “Kenapa?” tanyanya. “Jangan biarkan masa lalu mengurungmu. Bakatmu nggak seharusnya dipendam.” Aku diam saja. Dia menghela napas. “Aku nggak tahu apa yang sudah kamu alami dan nggak tahu kenapa kamu memilih bekerja membuat kopi di sini.”
4.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 128 Beses bilang not your type
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status