Antara Dendam dan Penyesalan
“Ayahku sepanjang hidupnya suka uang dan bir. Setiap kali bisnisnya nggak berjalan lancar, dia pulang dalam mabuk dan akan memukuli ibuku. Luka-luka di tubuhku sebagian besar karena dia. Demi aku, Ibu tetap menanggung kesulitan hidup sampai malam salju itu, ayahku rugi dalam bentuk saham, dia menempelkan setrika ke tubuhku."
"Kak Selena, apa kamu pernah dengar suara setrika panas menyentuh kulit seperti besi solder? Seperti jeroan yang dipanggang di atas api arang."
"Ibuku ingin menghalangi, tapi cuma bisa menghalangi setengah, sedangkan setengahnya kena di badannya. Malam itu, ibuku pertama kalinya melawan. Saat melawan, dia didorong hingga jatuh ke lantai bawah dan meninggal."
Hot Chapters