Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
Senja tidak tahu, sampai berapa lama lagi ia bisa bertahan dan berjuang, demi mempertahankan tubuhnya yang akan dikuasai oleh Badai.
Senja mohon, Bang. Tolong lah Senja, Bang! Jerit batin Senja berulang-ulang kali.
Senja yang mulai kehabisan tenaga akibat dari perlawanan sengitnya itu, perlahan meneteskan air mata putus asa. Terlebih lagi saat dia mendengar suara serak Badai yang menggeram ganas saat menatap kedua bukit dadanya yang membusung indah dan berombak-ombak, akibat dari menahan sedu sedannya. Selugu-lugunya Senja, dia memahami tatapan itu. Dia pernah menjadi seorang istri, walaupun hanya dua bulan lamanya. Itu adalah tatapan lapar mata seorang laki-laki yang sudah berada dalam hasr