Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Dua batang lilin menyala redup di kanan kiri, apinya kecil, berkedip-kedip seperti nyawa yang telah pergi terlalu cepat. Ada semangkuk nasi putih yang dirapikan rapi, sepasang sumpit ditancapkan tegak di tengahnya. Di sisi lain, diletakkan semangkuk sup bening yang sudah mendingin, beberapa potong daging kering, serta secangkir arak murah—persembahan terakhir untuk perjalanan yang tak akan kembali. Beberapa lembar uang arwah kertas ditumpuk rapi, sudut-sudutnya terjepit batu kecil agar tak terbang tertiup angin.
1037.8K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Cinta yang Terenggut

Cinta yang Terenggut

Dia mengajak Valentina dan Simon kecil untuk meninggalkan tempat itu. Jonathan berjongkok di depan nisan Theresia. Diusapnya foto almarhumah istrinya dengan penuh kasih sayang. "There, Sayangku," ucapnya sambil tersenyum. "Aku dan Karin sudah berupaya semaksimal mungkin bagi anak kita. Semoga kamu puas, ya. Bagaimana kabarmu, Sayang? Aku tahu kamu selalu menemani perjalanan kami selama sepuluh tahun ini. Sekarang giliran kami yang datang kemari mengunjungimu. Kelak kami akan sering-sering datang, There. Karin sekarang sudah menjadi penulis novel online ternama. Novelnya yang berjudul Cinta Yang Terenggut laris manis. Dibuat dalam versi bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Bahkan sampai d
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 541 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Cinta Tapi Gengsi

Cinta Tapi Gengsi

Kinora, yang sangat menyukai seni, sudah tidak sabar sejak semalam, sementara Lovrin, yang lebih suka bercanda daripada seni, hanya tertarik karena ingin menghabiskan waktu bersama Kinora dan mungkin sedikit menjahilinya. Saat mereka masuk ke galeri, Kinora langsung terpesona. “Hei Tengil, oh tidak, maksudku Lihat Lovrin! Lukisan ini menggambarkan pergolakan emosi melalui warna-warna gelapnya. Sangat dalam, bukan?” teriak Kinora bersemangat sambil menunjuk ke sebuah karya abstrak. Lovrin memiringkan kepalanya, berpura-pura serius. “Hmm… Menurutku ini lukisan tentang nasi goreng yang ditinggal pas hujan,” jawabnya dengan wajah datar.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

kata Juna Rere bergumam dalam hati sambul menangis,”Apa salahku, kenapa malah terjadi begini, semua keinginan suami sudah aku turuti dan terlaksana, tapi kenapa malah seperti ini? Dalam keadaan yang sangat memprihatinkan ini Rere kadang sangat membenci Juna. Rere merasa kenapa Juna tidak pernah mengerti keinginannya selama ini? Semua keinginan Juna terlaksana. Walau Rere mengikuti semua tindakan Juna, tapi sebenarnya Rere dalam hati menolak semua itu. Kini rumah sudah tidak punya. Kemana lagi mereka akan tinggal. Anak mereka juga menjadi bahan ejekan teman-temannya karena keadaan tersebut. Pernah suatu hari juna mendapati anaknya sedang menangis dan bertanya,
108.5K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati

Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati

Jeff datang dan membuang ayam goreng dan cola ke tempat sampah ambil menghardik, “Kau ada sakit maag, sudah tahu nggak boleh makan es, kenapa kau masih makan?” Dia mengeluarkan gelang mahal dari dalam tasnya. “Aku membelinya khusus untukmu, susah payah lho aku mendapatkannya.” Aku melihat sekilas gelang itu. Ternyata adalah gelang giok hijau kekaisaran. Barang langka dan bagus, mungkin bernilai puluhan miliar rupiah. Jeff tidak berbohong, barang langka semacam ini memang tidak mudah didapat, dia pasti meminta tolong para kerabatnya.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Tiga Cawan Sakti

Tiga Cawan Sakti

"Aku tahu. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Cawan-cawan itu tidak akan bisa selamanya di Glaze. Ritual gerhana bulan darah tinggal menghitung hari. Bersiaplah Jenna." Ia menggenggam tanganku. Seketika aku merasakan getaran aneh, hal yang sama saat berada di dekat Elgar. Suasana hening selama beberapa saat. Kami hanya memandang ke permukaan danau yang tenang. Kabut yang melingkupi danau perlahan mulai memudar. Aku tak tahu pasti apakah ini siang atau malam, rasanya hanya sedang berada di tengah hutan yang sunyi dan redup.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

Cantik tampak riang sekali dengan bonekanya. "Butet, kapan ini datang mantu, udah pengen kali horja godang," kata Bang Parta. Horja Godang artinya pesta adat besar yang tiga hari tiga malam. "Belum tau, Wak, kapan Jodoh datang dikasih Tuhan," jawab Butet. "Dia mau jadi pengacara lagi," kata Bang Parlin. "Cocok itu, di dirimu mengalir darah Siregar yang keras tapi tetap sesuai aturan," kata Bang Parta.
1080.2K viewsOngoingAdded to Library 3.2K Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Api unggun kecil sudah menunggu di halaman belakang rumah. Rizal merasakan kehangatan api saat ia melempar buku-buku resep ke dalamnya. Kertas-kertas halaman-halaman yang pernah menjadi panduan bagi Dita untuk memasak itu, kini terbakar dan berubah menjadi abu. Asap hitam membubung tinggi.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

lanjutnya berbinar membuat ibu-ibu melongo. “Tiga, Bu?” seorang ibu kurus bertanya dengan mimik tidak percaya. “Iya, tiga.” Endah mengangguk-angguk. “Dan tiap gelang ini beratnya 10 gram.” “Emas murni bukan? Nanti emas muda lagi?” celetuk Romlah membuat semua mata tertuju padanya. “Ya, emas murni dong Bu Romlah,” sahut Endah santai. “Mantu saya kan seleranya tinggi dan tahu barang.”
106.0K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Diam-diam wanita cantik berambut pendek itu mengamati ekspresi Aira. "Aku turut sedih. Bisa kubayangkan kacaunya perasaan Jingga, karena aku juga pernah mengalami hal yang sama." Aira tersenyum getir. "Ih, Mbak! Kenapa masih memikirkan perasaan Mbak Senja? Dia saja tidak pernah memikirkan perasaan Mbak Aira saat memilih menjadi istri kedua," gerutu Hilda. Aira melayangkan tatapan protes, tapi Hilda seakan tak peduli. Kekasih Gading itu malah melenggang santai melintasi teras dan membuka pintu depan tanpa permisi.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 551 Times as novel jingga dalam elegi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status