Yang Terpilih
kataku sambil melirik Mbak dari Spa yang sedang melulur kaki Mommy.
Mommy mengerti isyarat mataku.
“Mbak, bisa tolong berhenti dulu, tinggalkan saya berdua dengan anak saya.”
“Baik, Bu. Saya menunggu di depan kamar,” sahutnya sambil melangkah keluar.
Mommy masih berbaring dengan tubuh hanya ditutupi selembar kain yang baru dibeli Mommy di Paris bulan lalu.
“Ada apa, Sayang?”