Sentuhan Panas Editorku
“Gawat, Kak! Kenapa judul novelku ganti jadi vulgar? Dan isinya ... kenapa berubah jadi cerita erotis eksplisit kebangetan?!”
Suara Ayu di seberang terdengar bingung. “Halo, Meys? Novel yang mana? Aku kan sudah nggak di PenaKata. Aku sudah resign empat bulan lalu buat ngurus pernikahan. Maaf banget aku lupa ngabarin!”
Sekujur tubuh Meysa lemas. “Jadi, siapa yang pegang novelku sekarang, Kak?”
“Editor penggantiku namanya Wildan. Nanti aku kirim nomornya. Dia agak strict tapi profesional. Kamu hubungi dia saja, ya. Maaf, aku lagi di salon. Bye!”
Hot Chapters