Cinta Untuk Regan
“Hah, begitu kah? Lalu dimana Ayah saat aku mendapat cacian dari Ibuk? Bukankah Ayah lebih sering pergi ketimbang membelaku? Ah ya, Ayah juga sering bela aku dulu, aku enggak boleh lupa bukan, atau nanti aku dibilang anak tidak tahu diuntung, bukannya begitu yang selalu ibu katakan. Ayah tahu sakit, sakit sekali. Aku berusaha mati-matian, bekerja tanpa lelah, bahkan sekedar merawat diri pun tak sempat, agar aku bisa mendapatkan banyak uang untuk kalian, agar Ibuk sayang sama aku, kalau aku banyak uang Ibuk pasti sayang sama aku, selama ini bukannya seperti itu.”
“Maaf, selama ini tidak bisa menjadi ayah yang baik buat kamu Cinta.”
Ayah beranjak meninggalkanku, berjalan menundukkan kepala. Ak
Bab Populer