Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Tiba-tiba, tanpa aba-aba atau melihat lagi, Bima meraih novel Musashi itu.
"Lihatlah ini," Bima menunjuk novel Kevin dengan ujung dagunya, suaranya dipenuhi cibiran. "Novel-novel kuno ini, seberapa pun indahnya atau langkanya, hanyalah kertas yang dipenuhi tulisan orang lain, kan? Mereka cuma potongan cerita klasik dari masa lalu. Sebuah ilusi romantis." Ia melambai jijik, "Aku tidak suka benda yang kurang penting ini mengotori pemandangan." Dengan gerakan meremehkan, ia melemparkan buku itu ke sofa yang terpisah jauh, seolah benda itu tidak lebih dari sampah yang mengganggu pandangannya. "Tapi bukan hanya itu saja, Sayang. Hadiah itu tidak merepresentasikan 'kita'. Itu cuma masa lalu."
Chapitres populaires