Di Balik Topeng Pengkhianatan
Tak ada pesan, tak ada pelukan, hanya kesunyian yang semakin mengoyak hatinya.
Riana duduk di meja makan, menatap sisa makanan yang tidak disentuh dari malam sebelumnya. Pikirannya melayang, mengingat masa-masa di mana Arman akan mencium dahinya sebelum pergi ke kantor, mengatakan bahwa ia mencintainya. Kini, semua itu hanya tinggal kenangan yang terasa semakin jauh. Pernikahan mereka berubah menjadi sesuatu yang asing, seperti jalan berliku tanpa arah yang jelas.
Sambil mengaduk kopi yang mulai dingin, Riana merasakan ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk. Tangannya gemetar ketika melihat layar.
Bab Populer