Cinta yang Salah
“Iya, Dan. Ibu yakin, kamu pasti bisa memilih calon istri sesuai kriteria yang tertulis dalam syariat agama. Kamu memang pintar, Dan. Sudah cantik, sholehah, mandiri juga. Ibu jadi nggak sabar bertemu dengannya. Kamu pasti punya fotonya kan, Dan? Ibu mau lihat. Kirimin sekarang ya?”
Waduh. Aku tidak punya foto yang layak untuk dikirim ke wa ibu. Kebanyakan yang ada di ponselku adalah foto Faniza berpakain seksi dan bergaun malam. Ya, aku suka iseng memotretnya sebelum melakukan hal itu. Jadi, aku harus beralasan apa? Aneh dong, jika aku tidak punya foto wanita yang akan menjadi istriku.
“Iya, Bu. Nanti aku kirim.”
Chapitres populaires