30 Hari Menjadi Pacar Kontrak Presdir Dingin
Binar menganggukkan kepala, "Maaf, Pak, bukan saya lancang, saya hanya bingung, sebenarnya Pak Presdir bangun jam berapa?"
"Untuk apa kamu bertanya seperti itu?"
"Itu pertanyaan yang saya tunggu sejak kemarin!" Presdir Tama mengambil satu buku pada Binar. "Itu tentang saya, kamu baca dan pelajari. Saya tak ingin hal-hal konyol seperti ini akan terulang lagi."
Binar mengambil bukunya lalu ia masukkan ke dalam Tas. "Apa Pak Presdir mau sarapan sekarang?"
Presdir Tama tidak menjawab, ia sibuk dengan laptop kebanggaannya. Binar pun menyiapkan sarapan untuk atasannya tersebut di hadapannya. "Silakan dimakan, Pak. Saya ke meja saya dulu. Permisi!"
Hot Chapters