Yang Terpilih
kata Giselle, langsung meninggalkan Rosa sendirian.
“Iya, Mbak.”
Rosa menghabiskan waktu sejam lagi di sana, menghabiskan bacaannya yang begitu mengharu biru. Terkadang matanya berkaca-kaca, lalu tersenyum tipis penuh kepuasan. Novel berakhir bahagia. Rosa juga berharap suatu hari nanti kisah cintanya akan berakhir seperti itu itu. Bahagia selamanya bersama pujaan hati, merangkai hidup baru yang penuh warna. Namun dia lupa, saat ini dirinya sendiri berada dalam cerita drama kehidupan yang tak seorang pun tahu akhir ceritanya nanti.