Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.
ucap Puspita, sambil mengelus lembut punggung adiknya.
Sari tak pernah tahu alasan sebenarnya, Puspita meninggalkan rumah. Yang dia tahu, Puspita kerja di kota, karena sudah lulus sekolah. Demi mencari uang untuk dia dan ibunya.
Sari mengangguk pelan. "Jaga ibu, jangan suka main nggak jelas! Belajar yang rajin! Itu HPmu dibelikan kuota, biar Mbak bisa ngirim WA, nanti," lanjut Puspita. Sari melepaskan pelukannya, lalu menatap lekat-lekat wajah Puspita.
Hot Chapters