VENDETTA
"Dan untuk membayar utang nyawa pada pria yang sudah mati, kamu memilih membvnuh jiwa istrimu sendiri yang sedang bertaruh nyawa melahirkan anak-anakmu? Begitu logikamu, Nayaka?"
Kalimat Nadia melesat bak anak panah beracun yang menghujam telak ke ulu hati Nayaka. Suaranya tidak lagi meninggi, melainkan rendah, tajam, dan penuh penekanan di setiap kata.
"Makan saja utang nyawamu itu, sebab takdir memang sudah digariskan Bagas meninggal detik itu, via menyelamatkanmu atau tidak," desis Nadia dengan tatapan yang begitu menghina.
ตอนยอดนิยม