Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Istri Berhenti Peduli

Ketika Istri Berhenti Peduli

jelas Naya dengan suara bergetar. Pantas saja Naya sangat syok, ternyata dia dipaksa untuk melayani laki-laki tua bangka. Padahal mereka keluarga, tapi kenapa bisa sampai sejahat itu. "Ah, manusia memang kadang gelap mata kalau masalah duit," ujarku pelan. Setelah itu Naya kembali terdiam, dia kembali ke mode cueknya. Andai saja kamu belum menikah.
1077.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
Jenderal Naga

Jenderal Naga

“Orang seperti itu yang paling sulit dihadapi. Satu-satunya hal yang bisa membuat seseorang mengorbankan nyawanya hanyalah uang. Mereka butuh uang, atau keluarga mereka butuh uang. Sebelum pertempuran dimulai, coba buat tiga ribu tentara bayaran itu goyah. Janji pada mereka kalau mereka menyerah sekarang, kamu akan kasih mereka uang. Selama ada yang goyah, maka kamu akan bisa temukan terobosan.” “Kamu adalah Naga Hitam yang bertarung sepanjang tahun. Kamu sudah lihat banyak pertempuran, juga punya banyak pengalaman. Aku yakin kamu tahu bagaimana hadapi mereka selanjutnya.” Itulah solusi yang bisa Sonia berikan sekarang. Segalanya terjadi begitu cepat, sehingga dia tidak punya banyak waktu un
9.11.9M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 37.2K Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Ipakita ang mga Review (251)
Read
+Library
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Basahin ang Lahat ng Review
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Lelaki yang berposisi tersungkur dan babak belur itu kini berseru panik pada rekannya. “Gue tidak peduli, Brengsek!! Nyawa gue lebih berharga!!” “Tapi kamu sudah tahu resiko kita ambil kerjaan ini! Kita akan kehilangan semua!!” “Persetan dengan semua uang itu! Gue akan mengembalikannya!! Nyawa gue lebih berharga dari uang itu, Setan!” “Kamu yang Setan! Kita sudah sejauh ini, Dim!! Kita butuh uang itu!!”
1092.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.2K Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Aku nggak tahu. "Kalau bayarannya sudah sesuai, baru gue kabarin," kata "Nyonya" yang mungkin terpaut tiga-empat puluhan denganku. Gila aja. Sudah makin dekat dengan tanah kubur malah enggak tobat. Dunia ini penuh abu-abu. Tidak ada yang benar-benar baik. Semua pada minta pamrih. Enggak beda denganku juga.
1022.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 444 Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Ipakita ang mga Review (51)
Read
+Library
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Aldrich Candra
Ayo diskusikan! Apa aja yang kamu suka dan enggak suka dari cerita ini? Apa aja yang perlu dibenahi dalam cerita? Keluarkan uneg-unegmu. Enggak pake filter juga enggak masalah, tapi bakal kita diskusikan langsung, ya. Kasih kritik dan saran yang heboh. Di akhir, aku bakal kasih hadiah menarik.
Basahin ang Lahat ng Review
Wolf fair eyes

Wolf fair eyes

Mencegah darah keluar lebih banyak. Gila, perempuan itu terkekeh geli. "Hentikan wajah konyolmu itu. Kau terlihat lucu. Bukankah begitu hukum alam? Nyawa dengan nyawa. Luka dibayar dengan luka. Nanti ... jika kamu mengobatiku. Aku juga akan mengobatimu." Hentikan. Ananta ingin tertawa begitu mendengar kekehan yang timbul dari pita suara merdu nan tegas itu. Sejak kapan pikiran kuno itu masih tersemat dibenak manusia? Nyawa dibayar nyawa?
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 121 Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
Fire of Deceit

Fire of Deceit

Tapi sekarang ia malah memohon pada Yui Kito. Dia? Apakah yang ibuku maksud adalah aku? Mereka membicarakanku? Itu sebabnya aku tidak boleh mendengarnya. Aku menutup mulutku agar suara nafasku tidak terdengar. "Jangan harap Anyane. Aku tidak akan pernah berhenti sebelum semuanya terbayar lunas. Hutang uang dibayar dengan uang. Gigi dibayar gigi. Tangan dibayar dengan tangan. Begitupun nyawa, silahkan bayar dengan nyawa juga" balas Yui dengan suara rendah pula, tapi mengancam "Kau pikir sulitkah bagiku untuk memusnahkan keluargamu? Tidak, Anyane. Tidak sama sekali. Aku hanya ingin kau melihat bagaimana keluargamu hancur sedikit demi sedikit di tanganku, menyiksamu ribuan kali dari yang telah
4.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
Takhta yang Dibayar Air Mata

Takhta yang Dibayar Air Mata

"Itu cuma kata-kata bodoh untuk menghibur diri sendiri. Luka yang sudah telanjur terukir akan selalu meninggalkan bekas selamanya. Bicara soal memulai hidup baru itu cuma pelarian kaum pengecut." Dia memejamkan mata dan menarik napas perlahan. Begitu membuka mata kembali, sorot matanya hanya menyisakan dingin yang kelam. "Istana ini mengajarkanku satu hal. Kalau membalas kejahatan dengan kebaikan, lalu dengan apa kita membalas kebaikan itu sendiri? Satu-satunya cara hanyalah ... darah dibayar darah, nyawa dibayar nyawa." Malam kian larut, Istana Kaputren Barat begitu sunyi bagai kuburan.
13.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 358 Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
AWAN - THE NEXT SANJAYA

AWAN - THE NEXT SANJAYA

Lain halnya jika ia mati, meski Awan dibalas oleh keluarganya sekalipun karena kematiannya, Andreas tetap tidak akan bisa tenang di akhirat nanti, karena tidak dapat menyaksikannya secara langsung. Melihat Andreas sampai mengemis demi nyawanya, sama sekali tidak menggerakkan Awan. Sebaliknya, Awan justru mendengus dingin sembari berkata, "Apa kamu pikir nyawa setiap orang bisa dinilai dengan uang? Jika begitu, apa gunanya hukum? Kamu berani berbuat maka harus berani pula menanggung resikonya." Krak!
9.7145.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 3.3K Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
Pusaka Legendaris Sang Guru Besar

Pusaka Legendaris Sang Guru Besar

Tanya Nalini, mereka sama-sama tahu siapa yang ada dibalik semua ini. “Dibalik itu semua aku punya hutang nyawa yang tidak bisa dibayarkan sebelum napas ini berhenti dari tubuhku. Jadi mau seberat apapun jalan yang harus aku tempuh, walau bertentangan dengan hati nurani. Aku harus terima itu, yang bisa aku lakukan adalah menutup mata, mulut dan telingaku.” “Kalau begitu kamu tidak ada bedanya dengan orang yang sudah meninggal dari dunia ini.”
1.9K viewsOn holdIdinagdag sa Library 50 Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
Karena Nafkah, Istriku Mati Rasa

Karena Nafkah, Istriku Mati Rasa

"Astaga.. aku nggak beli kayaknya." "Besok beli aja, mas. Kan nggak enak makan nggak pake cabe sama bawang." "Aduh. Tapi uangnya udah nggak ada lagi. Ini aja aku udah habis uang sampai 1 juta." Setelah itu, Huda langsung melipat bibirnya. "Kebutuhan semuanya lagi pada naik kan, mas?" Andara tersenyum tipis. "Ya sudah. Nanti kita makan yang serba rebusan saja."
109.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 353 Beses bilang nyawa dibayar nyawa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status