LOVE THE LAW
Ia menatap wajah Ainsley sekali lagi, seolah mencoba membaca cerita dari garis wajah yang kacau oleh debu dan peluh.
“Astmatik,” gumamnya pendek, lebih pada diri sendiri daripada pada gadis itu.
Ia pergi ke dapur, mengambil sesuatu dari laci—bukan inhaler, tapi ramuan herbal dalam botol kecil. Ia tahu itu tak menyembuhkan, hanya menunda. Tapi terkadang, penundaan adalah bentuk pertolongan yang paling realistis.
Bab Populer