Membalas Kesombongan Mantan
"Ibu Marta mengalami shock, tapi tidak apa-apa, sebentar lagi juga siuman. Setelah bangun, nanti kasih makan, ya? Biar punya tenaga dan gak lemas lagi. Ini sudah saya buatkan resep obat buat diambil di apotik."
Aku mengangguk.
Alina yang melihat Mama bangun, langsung menghampiri ibunya itu dan memeluknya.
Lagi. Tangis mereka berdua pecah membuatku memalingkan wajah menghapus air mata yang ikut tumpah.
Segera aku keluar dari ruangan Mama, pergi ke apotik untuk mengambil obat yang tadi diberikan dokter.
"Aruna, kamu mau ke mana?"
ตอนยอดนิยม