ENAK, PAK DOSEN!
“Di situ juga ada buah-buahan segar, makan mana yang kamu suka. Oh ya, ada juga obat pencegah mual kalau-kalau kamu mulai merasa morning sickness. Minum saat mual saja, jangan berlebihan, ya?”
“Baik, Bunda. Terima kasih,” jawab Ara sambil tersenyum tulus, meski ada sedikit rasa canggung.
Ia menerima semua pemberian itu dan meletakkannya di nakas samping ranjang. Namun, di dalam hati, Ara bertanya-tanya.
“Perhatian Bundanya Sagara ini ... tidak berlebihan, ‘kan?”
Hot Chapters