Sang Pewaris Buta
Berpasang-pasang mata menatapnya penuh tanda tanya, ragu apakah pria itu memang buta atau tidak, karena jika dikatakan buta, Jono bisa melangkah dengan langkah yang cukup tepat.
Wiliam yang melihatnya segera mendekati karena Jono selalu menjadi pusat perhatian sementara ia tidak mengenalinya.
"Selamat malam," sapa pria bule itu, dia berbicara dengan logat Indonesia yang cukup fasih.
"Selamat malam," jawab Jono kemudian.
"Maaf, saya adalah William, pemilik pesta ini, apakah kita pernah saling mengenal?"
Jono termenung, ia memikirkan nama Wiliam, sebuah nama yang sering disebutkan Winda saat membanggakan ayah tirinya yang katanya kaya raya ini. Lalu apa yang harus ia katakan sekarang?
Hot Chapters