Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hello Husband!

Hello Husband!

"Nona, tak akan ada yang tahu dengan hal yang kita lakukan. Apakah nona tahu, betapa aku sangat menunggu saat ini?" "Kasim, menjauh dariku!" Peringat Chana kembali dengan tatapan sinis. Jelas, Chana mengenal pria asing itu. Kasim, yang tak lain adalah seorang pelayan bagian perkebunan mansion utama keluarganya sejak beberapa tahun lalu. Terkenal mata keranjang dan selalu meresahkan pelayan wanita di seluruh mansion karena tatapan matanya yang nakal. Juga sangat terkenal sebagai pelayan yang selalu menyalahi aturan. Tapi, kenapa pria ini disini? Hal apa yang pria itu lakukan hingga bisa berada di mansion tua ini.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Dika dan Sura mengangguk, "Silakan, Tuan Torus." "Ya." Torus mengiakan, lalu berjalan dua langkah sebelum kembali lagi. "Memang aku ini seorang kasim, tapi aku sering mengikuti Kaisar dan Permaisuri. Kasih sayang Kaisar kepada Permaisuri tidak bisa dijelaskan hanya dengan beberapa kata."
9.7966.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31.9K kali sebagai orang kasim adalah
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Anisa Syaiful
Eps 200 kebawah tuh seru banget, penyelesaian masalah cepat dan ga berbelit2. Tapi makin kesini cerita makin hancur, perihal anak aja lama banget selesainya, blm lagi masalah selir2 ini .. pliss deh fokus ke anggi dan luis aja ... makin lama cerita makin membosankan, udh semingguan aku skip baca
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Baca Semua Ulasan
Mata Batin

Mata Batin

Kini, Bara sudah berdiri di depan masjid kecil, mengambil wudhu dan melakukan kewajiban secara berjamaah. "Bang Bara, salat juga di sini?" tanya Kasim. Kasim adalah tukang ojek yang tinggal di samping rumah. Ia menyapa Bara ketika hendak keluar Masjid. "Eh, iya.Bang, kampung sebelah kok gak ada Masjidnya?" tanya Bara penasaran. "Ehm." Kasim sepertinya enggan berkata. Ia berpura-pura tak mendengar.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 674 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Tukang Sayur itu Ternyata Milliuner

Kalau tidak ada Bu Dian di belakangnya, bisa-bisa Bu Rani pingsan beneran. Itu baru sambutan pertama dari Kasman. Belum sambutan asli dari si pemilik rumah yang selama ini dikenal hanya sebagai penjaga warung sayur dan selalu dipandang sebelah mata karena dianggap miskin. Mba Sri mengacungkan ibu jarinya kearah Kasman seraya tersenyum puas. "Kejutan pertama sudah berhasil, siap-siap untuk kejutan selanjutnya," ucap Mba Sri yang masih terkekeh. Bersambung
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

Bab 130. HARU “Kemarin saya secara kebetulan naik taksi pak Nasim sepulang dari kota Silangit.” “Kami banyak bercerita sehingga, saya tahu kalau pak Nasim sebelumnya merupakan salah satu konglomerat kelas dua di kota ini.” “Alasan saya menyuruh pak Nasim kesini, tak lain adalah untuk menawarkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaannya saat ini.”
9.6171.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai orang kasim adalah
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Terimakasih atas support dan dukungan para pembaca setia Menantu sang Jendral Besar, yang telah mengikuti perjalanan Darko sampai tamat di season ini. Tunggu cerita petualangan Darko di season 2 Menantu sang Jendral Besar 2 terimakasih.
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Baca Semua Ulasan
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Seorang pria muda tampan berhanfu dan jubah hijau muda tersenyum menatap sang kasim. Memamerkan deretan giginya yang putih berseri-seri dan senyum yang teramat manis. "Dun Ming, si pemilik senyum malaikat," gumam Kasim Zhou. Dun Ming, ketua pintu kematian ke-lima, tersenyum tipis menganggukkan kepalanya. "Wah, rupanya Kasim Zhou masih mengingatku dengan baik. Aku sungguh merasa terhormat." Dun Ming kembali memamerkan senyuman yang bak malaikat.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
The CEO Girl for The College Boy

The CEO Girl for The College Boy

Seseorang dengan lanyard custom berwarna cokelat tua menghampiri Cassie. Cassie tidak ingin memperpanjang ini. Dia sudah ditunggu di meeting lain entah di ruangan mana. “Saya cuma lewat.” “Kebetulan sekali ya, Bu.” Berdiri di samping Cassie, wanita tadi berbalik menghadap ke ruangan lagi. “Teman-teman, kenalkan Bu Cassiopeia, CEO baru PT Bellezza.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
SANG PUTRI PEWARIS

SANG PUTRI PEWARIS

Di sisi Istana samping, terlihat seorang kasim berbicara dengan seorang pejabat. Pejabat itu sedikit marah menerima informasi dari lasim tersebut. "Apa matamu buta?"
102.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

“Seoran pria?” Kasim itu menggelengkan kepala. “Wanita,” jawabnya. Dalam diam dia meerhatikan ekspresi Putra Mahkota yang menjadi keruh. Ia berpikir Liwei pasti sudah tahu wanita yang dimaksud olehnya.
9.816.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

jelas Bima. “Tapi nggak biasanya Kak Bima pergi pagi-pagi sekali dan pulang sore hari!” ujar Trisma. “Kak Bima bohong ya?” “Sejak kapan Bima bohong, Ris?” tanya Mbok Minah yang mendapat anggukan dari Pak Mahmud. “Bima itu nggak pernah bohong,” kata Pak Mahmud. “Yang sering bohong itu si Kasim.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai orang kasim adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status