WARUNG TENGAH MALAM
supir itu mengangguk dan menepikan mobilnya di sisi jalan di Kampung Sepuh
Akhirnya orang itu turun, dengan sepatu pantofel yang terlihat mengkilap, juga celana hitam panjang membuat dirinya seperti eksekutif muda dari perkotaan.
“Kumaha, damang mang Kasim? (Gimana, Sehat mang Kasim),” teriaknya dari dekat mobil.
“Alhamdulilah baik A, aduh kirain bukan a Wawan, soalna kapungkur mah (dahulu mah), mobilnya bukan yang ini,” kata mang Kasim sembari memegang arit bekas memotong rumput.
Hot Chapters