Di Antara Dua Dunia
“Sejak kecil, aku selalu merasa... tidak cocok. Di sekolah, di rumah, di tempat kerja. Aku pikir itu karena aku terlalu ambisius. Tapi sekarang... entah kenapa, tempat ini terasa—anehnya—akrab.”
Jaewon menatapnya lama. “Kau bukan orang biasa, Seo Haneul.”
Keesokan harinya, Jaewon membawanya ke kuil tua di puncak bukit. Di sana, seorang wanita tua berdiri menunggu—rambut putih panjang, mata menusuk, mengenakan jubah ungu tua yang dihiasi simbol bintang.
“Elder Yoon,” kata Jaewon sambil menunduk hormat.
Sikat na Kabanata