Whispers of the Lost Princess
Dan malam itu, di bawah cahaya bintang, kisah kelam yang lama terkubur mulai dibuka kembali.
Brice mengangkat tangannya perlahan, jari-jarinya yang kurus bergetar seperti menari di udara. Api unggun di tengah ruangan padam begitu saja, digantikan cahaya biru lembut yang keluar dari telapak tangannya. Lampion-lampion di luar jendela bergetar, lalu melayang masuk, berputar-putar, mengikuti irama gerakan tangannya.
“Dengarkan baik-baik, Ayundria,” suaranya dalam, seperti gema dari masa silam. “Kisah ini adalah luka yang tak pernah sembuh. Sebuah kisah tentang kejayaan yang direbut oleh kegelapan.”
Sikat na Kabanata