Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
I love you, Calon Ipar

I love you, Calon Ipar

Kondisi Robert yang melemah dan hanya bisa duduk di kursi roda karena kesedihannya atas Bunga. “Namanya lucu ya? ‘Kebun Wisata Bunga’ tapi banyak buah-buahannya juga. Mana ada bebek, angsa, macam-macam ikan juga,” ujar Bayu. “Tapi nggak ada ikan cupang di sini Yu,” balas Narendra. “Ada kali,” jawab Bayu. “Masa ada? Cupang apaan?” celetuk Narendra. “Cupang nyamuk, ha ha ha …,” jawab Bayu, seraya berlari ke arah kebun papaya California.
9.859.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Bos menghibur bayinya sambil bertanya, "Oh, begitu. Jadi, kamu mau pesan berapa banyak bibit pohon buah lagi? Kamu mau bibit pohon buah apa?" Nia menjawab, "Aku mau buat pesanan 2 miliar. Aku mau bibit pohon buah pir, persik, apel, ara, anggur ...." Bos menanggapi seraya terbelalak, "Astaga, kamu nggak bercanda, 'kan? Kamu mau bibit pohon buah sebesar 2 miliar? Sebelumnya, pesanan paling banyak yang pernah kuterima cuma ratusan juta!"
9.43.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129.9K kali sebagai pace buah
Tampilkan Ulasan (273)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

kata Pak Fudin, melihat satu bungkusan plastik buah di atas meja. "Cuma ini yang bisa dibawa besan. Syukurlah besan tampak sehat sekarang," kata Bu Zubaedah. "Buat apa lagi kalian datang!" Sari, Pak Fudin, Hasan dan Bu Zubaedah menoleh. Melihat si empunya suara.
9.312.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam

sahut suara kaku John di seberang telepon. "Carikan satu unit rumah dengan spesifikasi bangunan premium, namun harus memiliki sisa lahan terbuka yang sangat luas di area sekitar kota." "Baik, Tuan. Dicatat." "Dan satu lagi," tambah Xavier, matanya melirik ke arah Liora yang saat ini sedang asyik menatap ke luar jendela sembari membayangkan bentuk kebun mangga impiannya. "Cari informasi mengenai perkebunan buah produktif yang areanya luas dan saat ini sedang masuk daftar jual."
1025.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku

Kesalahan Semalam dengan Dosen Tampanku

Katya menelan ludahnya, dia memang menuliskan beberapa buah-buahan yang dia inginkan dan juga berapa jumlah yang harus dibeli tapi seingatnya tak sampai sebanyak ini. “Kenapa sebanyak ini?” Laki-laki itu membuka bagasi mobil dan menaikkan karung yang dia bawa lalu membukanya memperlihatkan pada sang istri. Mangga, jeruk strawberry, apel yang dia minta masing-masing satu kilo telah berkembang biak menjadi entah berapa kilo. “Oh itu tadi aku minta satu kilo seperti yang kamu tulis tapi ternyata cuma sedikit ya sudah aku beli masing-masing sepuluh kilo, kamu harus banyak makan buah lho.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Kontrak Hasrat Tuan Presdir

Kontrak Hasrat Tuan Presdir

Benda itu berisi buah potong yang sebelumnya ia siapkan dari rumah. “Tidak, Bunda. Buku ini membuat pengetahuanku bertambah. Aku jadi tahu banyak menu masakan dari Indonesia. Aku yang malah merepotkan Bunda. Kenapa harus repot-repot?” Martha melebarkan senyumnya. Wanita itu duduk di sebelah Yura. “Bunda tidak pernah repot, yang penting, kau dan anakmu sehat. Bunda tidak pernah berhenti berdoa untuk itu. Makanlah. Ini buah mangga impor dari Jepang. Kesukaan ayah. Rasanya manis sekali. Hampir tidak ada asamnya,” ujarnya kemudian mendekatkan piring ke arah Yura.
1087.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Bahkan Nova sampai mengucurkan keringat dari wajah dan tubuhnya. “Kenapa Kakek cari buah itu?” tanya Nova penasaran. “Nama buah itu adalah Bodhi Api dan hanya bisa tumbuh di dekat gunung berapi. Buah itu memiliki energi yang sangat panas. Orang biasa akan langsung mati jika memakannya. Tapi para ahli bela diri justru bisa bertahan hidup setelah mengonsumsinya. Para ahli bela diri bisa mengubah energi yang dimiliki buah itu menjadi energi sejati yang sangat kuat,” jawab Robi.
9.11.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63.3K kali sebagai pace buah
Tampilkan Ulasan (251)
Baca
+Pustaka
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Baca Semua Ulasan
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

pinta Azwa. “Iya, nanti Mas beliin. Atau nggak, bilang sama Mbok siapa tau bisa bikin.” “Azwa juga pengen maem buah. Yang seger-seger kayak pepaya, melon, bengkuang, semangka, semuanya.” Tiba-tiba Azwa teringat saat dirinya minum es kelapa muda bersama teman-temannya di dekat kampus pusat beberapa bulan yang lalu. “Pengen minum degan juga. Beliin, ya?”
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Sebab jarak kebun kami dan tetangga lumayan jauh dengan jarak perkebunan seluas lima hektar lebih. "Ya namanya juga kebawa angin, pasti menguap berhambur di udara dan tersapu kemana-mana." Ucapan mas Zaki benar juga, namanya terbawa angin pastilah bisa kemana-mana. Aku berfikir serata terus mencium aroma masakan yang semakin menyeruak kembali memenuhi seluruh ruangan ini. Semakin lama semakin kuat terasa hingga di dalam tenggorokan. Aroma masakan yang sedikit berbau masam dan gosong. Sudah tidak terhitung berapa kali, aku mencium aroma masakan yang tidak sedap di hidung.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
MENIKAHI MANTAN SUAMI

MENIKAHI MANTAN SUAMI

Pertanyaan itu sebenarnya Tabitha tujukan untuk dirinya sendiri, tetapi Sakha tetap menimpali, "Mangga sama melon? Atau mau yang lain?" "Alpukat masih, kan?" Tabitha menanyakan buah yang lain. "Sama buah naga." Sakha meminum dau teguk kopinya yang masih agak panas, lalu mengecek stok buah-buahan di kulkas. "Ada, Bee. Aku siapin sekarang, deh. Kamu mandi aja." Tabitha hanya menggumam. Memainkan ponsel sebentar untuk membalas beberapa pesan yang harus segera ditanggapi, lalu beranjak ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status