Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Permaisuri di Zaman Modern

Permaisuri di Zaman Modern

Matanya langsung berbinar melihat buah di depannya. Di samping rumah Bianca memang tumbuh berbagai macam tanaman buah. Ada mangga, jambu biji, jambu air dan rambuta. Saat ini sedang musim buah Mangga. Jadi pohonnya berbuah lebat. Bianca masih bisa menggunakan kekuatannya. Tanpa harus repot-repot , dia langsung terbang ke barang pohon. Untungnya tidak ada yang melihatnya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Godaan Sang Majikan Tampan

Godaan Sang Majikan Tampan

"Itu semua buah-buahan khas Lebak. Sebanyak apa?" Bunga meneguk ludah. Gadis itu cepat-cepat pergi ke garasi. Mobil Alfian ada di dalam. Apakah Alfian tidak kerja? Melupakan keinginannya, Bunga langsung memeriksa kotak kardus di garasi. Ada manggis, durian, cempedak, rambutan, dan pisang. "Terima kasih, Bos." Bunga berjoget riang. "Apakah sebagai buah itu boleh dijual?"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Diakuinya, Sabda memang lebih bijaksana dari putra sulungnya. Angin siang berembus sepoi-sepoi. Bu Hanum mengajak Bu Airin, dan Bu Yola pergi kebun belakang. Mereka duduk di amben bawah pohon mangga yang rindang dan berbuah lebat, setelah memetik buah jambu air, belimbing, mangga, dan pepaya. Dua wanita kota itu sangat senang melihat buah pepaya California yang berbuah lebat dan ranum kekuningan. Juga jambu air yang merah menggoda. "Enak suasana di sini, Bu. Tenang. Bisa menanam buah-buahan di kebun sendiri," ujar Bu Airin.
10402.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai pace buah
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Baca Semua Ulasan
JIKA CINTA JANGAN BERCERAI

JIKA CINTA JANGAN BERCERAI

Mobil pun mulai bergerak pelan, menyusuri jalanan setapak, sepanjang perjalanan mata Keyra dimanjakan dengan pemandangan yang menyejukan, aneka pohon buah-buahan berjajar rapi sesuai jenis buahnya ada pohon mangga, kelengkeng, pepaya dan masih banyak lainnya. “Luas sekali perkebunan ini. Hemmm dijual dimana buah-buahan ini?” “Di banyak supermarket, salah satunya Star Supermarket milik Papi Praja, dan untuk buah kualitas rendah akan dibawa ke pasar tradisional.” “Oh, jadi kamu bekerjasama dengan Star Supermaket, aku jadi mengerti kenapa Papi sangat menyukaimu.“ Mata Keyra melirik ke arah Afnan.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Iyo Bude. Marni juga kepikiran, bahan-bahan yang bisa disimpen lama, awet bakal Marni beli dan bisa dicicil. Jadi enak kerjakan Kita lebih ringan setiap harinya." "Kalau buah Bude sudah pesen sama si Endut, katanya bakal di drop setiap hari kerumah. Bude juga bilang kasih yang bagus-bagus pisangnya, tang Merk Matahari gitu. Terus kalau jeruk ya Bude bilang maunya jeruk Medan. Soalnya manis. Tapi kalau pas Buka Puasa Nasi Kotaknya isi buah yang banyak air, biar seger. Kayak semangka atau melon gitu."
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Karena bosan menunggu, Hazel berjalan pelan ke arah luar gerbang dan di sanalah ia melihat seorang bapak-bapak penjual rujak buah yang lewat sambil mendorong gerobaknya. Saat bapak-bapak penjual rujak buah itu lewat, mata Hazel langsung tertuju ke sana. Di gerobak itu ada potongan jambu air, kedondong, semangka, nanas, mangga muda, jambu jamaika, pepaya, bengkuang dan beberapa buah lain. Perut Hazel tiba-tiba terasa ingin sekali memakannya, bahkan lebih ingin daripada makanan apa pun yang beberapa hari ini membuatnya mual.
565 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Antara Suami dan Ipar

Antara Suami dan Ipar

Wanita itu mengambil alpukat, jambu kristal, jeruk, dan apel lalu memasukkan semua itu ke dalam troli. "Kamu nggak beli buah plum?" tanya Raffa tiba-tiba. "Buat apa, Mas? Buahnya asam, nggak suka." Bella memandang wajah Raffa penuh tanya. "Katanya buah plum bagus buat promil, loh." Bella sedikit terkejut mendengar kalimat Raffa, ternyata dia sudah berpikir sejauh itu. Apakah Raffa sudah sangat menginginkan seorang anak sampai memikirkan promil segala?
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

Dia membiarkan suaminya sibuk mempersiapkan makanan untuk dia makan. Tak perlu menunggu lama, Bumi telah datang membawa tiga macam buah yang sudah dikupas. Apel, Pepaya, dan Kurma. Embun memang selalu menyimpan banyak buah di kulkas. Buah bisa menjadi camilan sehat dikala malam tiba. Uang bulanan dari suaminya akan selalu dia sisihkan untuk membeli berbagai macam buah. "Coba kamu makan kurma-nya dulu!"
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 614 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Letnan Jendral, Rebut Kembali Hati Mantan Istrimu

Letnan Jendral, Rebut Kembali Hati Mantan Istrimu

Pria itu mengenakan kaus tanpa lengan dan celana training yang memperlihatkan dengan jelas garis pinggulnya. Setelah selesai berlari Bagas tidak langsung pulang. Dia mampir ke sebuah toko buah, membeli beberapa kilo anggur, jeruk, mangga, semangka dan buah-buah lainnya. Bagas juga pergi ke rumah makan, membeli satu ayam bakar utuh. Semua makanan itu adalah apa yang akan Bagas berikan pada Gina dan anak-anaknya.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

"Apa yang? Kamu tadi ngomong apa?" "Kamu mau ada yang dibeli gak?" "Beli buah aja Bi, untuk dibawa Mama nanti." "Oke deh." Yuda menepikan mobilnya diparkiran depan toko buah. Kemudian Kanaya dan Dimas turun untuk membeli buah. Kanaya membeli beberap kilo buah pir, apel dan buah jeruk. Sementara Dimas sudah menenteng dua buah belimbing madu kesukaannya.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai pace buah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status