Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi
"Aku minta asistenku memilih beberapa barang. Ambil saja yang kamu suka. Aku mau kita berangkat besok pagi."
Aku mengangguk, bersyukur karena ada sesuatu yang bisa kulakukan. Tas-tas belanja itu berasal dari butik kelas atas yang sama dengan pakaian yang sebelumnya dia berikan padaku. Tentu saja, buat seseorang seperti dia, punya pembelanja pribadi adalah hal biasa.
Aku membongkar isinya, menemukan berbagai pakaian santai dan busana kasual, semuanya pas dengan ukuranku. Setelah memilih satu tas travel yang bergaya, aku mulai melipat dan mengemas beberapa pilihan baju.