Desahan di Kamar Pembantu
“Waduh, Maaf, Pak. Saya belum pakai begituan. Di sini jarang ada yang bisa non-tunai.”
Bara diam sejenak, kemudian menatap jam tangannya. Sebuah jam mewah bermerek mahal melingkar di pergelangan tangan kirinya. Tanpa pikir panjang, ia membuka dan meletakkannya di atas meja gerobak.
“Ambil ini. Sebagai ganti pembayaran dan… kelebihan untuk pesanan berikutnya. Kalau adik-adik Indira datang dan mau makan lagi, tolong layani mereka tanpa bayar.”