Ini Uangku, Mas!
Aku tahu ia seperti tak suka karena untuk Tia mereka tak berbagi.
"Ini, beli saja di rumah makan Mpok Atik." Suamiku menyodorkan uang sepuluh ribu ke Tia.
"Ma, nanti kita potong dua aja makan," ucap Tia. Lalu berlalu ke luar.
"Bukannya masih ada tiga ratus ribu, bukan berarti kamu tak masak hari ini?" Kini suara mas Aga sudah melunak.
"Trus bayar listriknya gimana? Tagihan dua ratus ribu, seratus ribu satu bulan dapat apa?"