Pelayan untuk Nyonya Kesepian
kain sutra itu merosot turun hingga batas pinggang, memamerkan sepasang dada besar bertekstur porselen yang melompat bebas tanpa sehelai benang pun.
Raka menelan ludahnya yang amat kering; pendar gairah di matanya kian membara menyaksikan gumpalan padat yang amat menggiurkan tersebut.
"R-Raka, nanti kalau Sheila bangun gimana?" bisik Clara gemetar, namun bukannya menutup diri, ia justru membusungkan dadanya tinggi-tinggi ke arah wajah Raka.
"Biarin aja, lagian mereka nggak bakal sadar," sahut Raka seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam dan langsung melahap pucuk dada tegang Clara ke dalam kehangatan mulutnya.