Suami Bayaran
“Satu hal lagi … nanti jangan pulang terlalu larut, kunci rumah hanya satu, Rangga.”
“Iya, Bu …terima kasih … tapi untuk uang makan … saya masih ada untuk—”
“Kamu memang suami saya, yang seharusnya menafkahi istrinya. Tetapi untuk kondisi seperti sekarang ini, saya yang bertanggung jawab atas kamu.”
Rangga melipat kedua bibirnya, tidak bisa menolak dan sangat malu jika menerimanya.
“M—maaf, Bu … terima kasih. Saya terima, ya …,” balas Rangga akhirnya menerima sejumlah uang tersebut.